Saat Bertemu KDM, Kakak Priyo Bongkar Alasan Adiknya Akhirnya Jujur

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan publik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM kali ini mengundang Citra, kakak dari terdakwa Priyo Bagus Setiawan.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa Citra menjadi sosok penting di balik perubahan sikap Priyo yang akhirnya memilih berkata jujur di persidangan dan tidak lagi mengikuti skenario yang disebut-sebut dibuat oleh terdakwa lain, Ririn Rifanto.

Citra mengaku meminta adiknya mengganti kuasa hukum dari Toni RM kepada Ruslandi. Ia menilai skenario yang selama ini dibangun justru membuat Priyo seolah menjadi pihak yang harus menanggung seluruh kesalahan, sementara Ririn dinilai berusaha lepas dari tanggung jawab hukum.

“Kok seolah Priyo yang ditumbalin, apalagi kalau empat nama itu gak bisa terbukti, artinya kan Priyo ngasih keterangan palsu, hukumannya nanti bisa double,” kata Citra kepada KDM, Rabu (20/5/2026).

Menurut keterangan Citra dari Priyo, pembunuhan itu sebenarnya dilakukan oleh Ririn. Sementara Priyo disebut hanya membantu menguburkan korban dan sempat menyusui bayi yang menangis.

Namun bayi tersebut kemudian disebut diambil paksa oleh Ririn sebelum akhirnya ditenggelamkan di bak mandi.

Citra mengaku sempat kesulitan menemui Priyo di lapas sebelumnya karena situasi kasus yang masih memanas. Namun sebelum sidang pekan lalu, ia akhirnya berhasil bertemu dengan sang adik.

Dalam pertemuan itu, Citra meminta Priyo agar berkata jujur di persidangan. Ia meminta Priyo mengakui jika memang membunuh dan mengatakan tidak jika memang bukan pelaku utama.

Selama ini, Priyo disebut mengikuti arahan dan skenario Ririn karena merasa takut. Selain itu, Priyo juga merasa pasrah lantaran tidak ada keluarga yang datang menjenguknya.

Citra kemudian menegaskan bahwa keluarga tetap menyayangi Priyo apa pun fakta yang sebenarnya terjadi. Ia pun meminta Priyo untuk tidak lagi menutupi kejadian yang sebenarnya di persidangan.

Sementara itu, KDM mengaku geleng-geleng kepala melihat perilaku Ririn dalam kasus tersebut. Setelah melakukan tindakan pembunuhan, Ririn justru berupaya menyeret orang lain untuk dikorbankan.

KDM pun meminta majelis hakim memberikan hukuman yang seadil-adilnya terhadap kedua terdakwa dalam perkara tersebut.

Peristiwa pembunuhan satu keluarga di Paoman ini hingga kini masih terus menyita perhatian masyarakat Indramayu dan Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *