INDRAMAYUUPDATE – Sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Kabupaten Indramayu, diwarnai pengakuan mengejutkan dari terdakwa Priyo Bagus Setiawan. Priyo mengaku empat nama yang sebelumnya disebut sebagai pelaku pembunuhan hanyalah nama fiktif alias karangan belaka.
Pengakuan itu disampaikan Priyo saat menjadi saksi untuk terdakwa lain, Ririn Rifanto, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Indramayu, Senin (18/5/2026).
Di hadapan majelis hakim, Priyo mengatakan nama Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko sengaja dibuat untuk mengaburkan fakta pembunuhan.
“Itu dibuat beberapa hari sebelum sidang pertama, dibuat di dalam sel,” kata Priyo dalam persidangan.
Priyo mengaku dirinya dipaksa Ririn untuk membacakan surat berisi skenario tersebut saat sidang sebelumnya berlangsung.
“Semua keterangan sebelumnya tidak benar. Aman Yani saya tidak kenal, Hardi orangnya itu tidak ada, Yoga juga orangnya tidak ada, Joko juga tidak ada,” ujarnya.
Menurut Priyo, kronologi yang sempat ia sampaikan sebelumnya juga merupakan hasil karangan Ririn. Ia mengaku hanya diminta membacakan cerita tersebut di depan persidangan.
“Itu hanya karangan saja,” kata dia.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) kemudian mencecar Priyo terkait perubahan keterangannya itu. Priyo tetap bersikeras bahwa nama-nama tersebut tidak pernah ada dan baru dimunculkan menjelang sidang dimulai.
“Saya dipaksa buat bacakan itu,” ucap Priyo.
Kuasa hukum terdakwa, Toni RM, turut mempertanyakan kesaksian terbaru Priyo. Salah satunya terkait sosok Aman Yani yang sebelumnya disebut sebagai paman Ririn sekaligus pelaku utama pembunuhan.
Namun Priyo kembali menegaskan dirinya tidak pernah mengenal sosok tersebut.
“Tidak ada nama itu. Orangnya itu enggak ada,” jawab Priyo.
Priyo juga menyebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepolisian tidak pernah ada nama Aman Yani, Hardi, Yoga, maupun Joko.
Menurut dia, nama-nama tersebut baru muncul beberapa hari sebelum sidang berlangsung setelah dibuat oleh Ririn di dalam sel tahanan.
Pengakuan Priyo memicu emosi keluarga korban yang hadir di ruang sidang. Suasana persidangan sempat memanas karena terdengar sorakan dan makian dari pengunjung sidang.
Majelis hakim akhirnya menskor persidangan untuk meredam situasi.
Diketahui, kasus pembunuhan satu keluarga itu terjadi di rumah korban di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Indramayu, Kamis (28/8/2025) malam.
Lima korban tewas dalam kasus tersebut yakni H Sahroni (75), Budi (45), Euis (40), RK (7), dan seorang bayi berusia 8 bulan.
Jenazah para korban ditemukan pada Senin (1/9/2025) setelah warga mencium bau busuk dari dalam rumah.
Polisi kemudian menangkap Ririn dan Priyo di wilayah Kecamatan Kedokan Bunder pada Senin (8/9/2025) dini hari.







Akhirnya terungkap jga
Berani Jujur brarti hebat. Semoga pak Hakim memberikan nilai Positif dan ampunan kepada Masyarakat Prio yang sudah mau jujur dan membuka kejahatan Ririn.
kebenaran akan menemukan jalan nya sendiri
Mantap
Gentleman priyo 👍 mengakui kebenarannya mantap.
Nah kan, dramanya lebih seru lagi😁
Kebenaran akan menemukan jalannya, pelaku Ririn sangat licik
Akhirnya kebenaran menemukan jalannya, dari pada kesulitan menutupi kebohongan yg tidak masuk akal akhirnya terdakwa Priyo berkata jujur apa adanya
Akhirnya kebenaran menemukan jalannya sendiri
Alhamdulillah kebenaran mulai terungkap dan telah menemulan jalannya…Mantap, BRAVO POLRES INDRAMAYU 🔥🔥🔥
Alhamdulillah kebenaran mulai terungkap…Brave Polres Indramayu 🔥🔥🔥
Kebenaran akan menemukan jalannya sendiri, hukuman mati layak untuk terdakwa RIRIN
Kebenaran pasti menang
Kebenaran pasti menang maju
Akhirnya kebenaran bisa di tunjukkan dan akan dipertanggung jawabkan. Segeralah bertobat perekayasa drama konten karena telah menjadikan pembohongan umat
Kebenaran pasti datang
Kebenaran akan terungkapp
Alhamdulillah… Akhirnya kebenaran pun terungkap
Terimakasih kasih polres Indramayu akhirnya terang benderang.
Bravo Polres Indramayu Bravo Polda Jabar Bravo polri