INDRAMAYUUPDATE – Warga Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, konsisten melaksanakan kurban dalam jumlah besar setiap tahun. Pada Iduladha 1447 Hijriah kali ini, hewan kurban di Masjid Al Ikhlas mencapai 16 ekor sapi dan 12 ekor kambing.
Ketua Panitia Kurban Masjid Al Ikhlas, Nur Haedin mengatakan, jumlah sapi tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sementara jumlah kambing justru mengalami penurunan karena warga mulai beralih memilih sapi untuk kurban.
“Sekarang pada beralihnya ke sapi. Dibanding tahun 2025 ada peningkatan dua ekor, sebelumnya kan 14 sapi, sekarang 16 sapi. Kalau kambing ada penurunan dari tahun lalu 21 ekor sekarang jadi 12 ekor,” kata Nur Haedin kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).
Menurut dia, tingginya antusiasme warga untuk berkurban tidak lepas dari program tabungan kurban yang diterapkan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) sejak tahun 2020.
Melalui sistem tersebut, warga bisa mencicil biaya kurban selama satu tahun sehingga lebih ringan saat Iduladha tiba.
“Alhamdulillah efektif, satu sapi itu kan bisa tujuh orang. Mereka nabung kurang lebih Rp 3,7 juta misalnya satu orang, nanti untuk beli hewan kurban,” ujarnya.
Selain membuka tabungan kurban, pihak DKM juga aktif mengajak warga untuk berkurban dengan rutin bersilaturahmi menjelang Hari Raya Iduladha.
Nur menyebut, mayoritas warga Desa Sukaurip berprofesi sebagai petani. Selain itu ada juga pekerja proyek hingga Pekerja Migran Indonesia (PMI). Meski demikian, semangat warga untuk berkurban tetap tinggi setiap tahunnya.
Bahkan, jumlah hewan kurban di Masjid Al Ikhlas pernah mencapai puncaknya pada tahun 2021 dengan total 24 ekor sapi.
“Sehingga alhamdulillah setiap tahunnya kita selalu konsisten, bahkan pernah jumlah hewan kurban mencapai 24 ekor sapi, itu terjadi di tahun 2021,” katanya.
Banyaknya hewan kurban yang disembelih juga membuat panitia terus berbenah dalam proses pemotongan. Jika sebelumnya seluruh proses dilakukan manual, kini panitia mulai menggunakan alat bantu seperti rantai untuk mempercepat pengulitan hewan.
Suasana gotong royong pun terasa kental saat proses penyembelihan berlangsung. Ratusan warga dilibatkan menjadi panitia, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak muda yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid (Irmas).
Mereka membagi tugas mulai dari penyembelihan, pengulitan, pemotongan, pembungkusan hingga pendistribusian daging kurban.
“Termasuk anak muda, itu mereka sukarela terlibat jadi panitia, karena kalau bukan anak muda nanti siapa yang bakal meneruskan,” pungkas Nur Haedin.






