INDRAMAYUUPDATE – Fakta demi fakta terkait kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Kabupaten Indramayu, terus bermunculan. Terbaru, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti misteri keberadaan Aman Yani yang hingga kini belum diketahui.
Sorotan itu muncul setelah Dedi bertemu dengan seorang pengacara bernama Ahmad Khotibul. Dalam pertemuan tersebut, Khotibul menceritakan pengalamannya saat dimintai bantuan oleh terdakwa Ririn untuk mengurus pencairan dana pensiun milik Aman Yani.
Menurut Khotibul, awalnya Ririn bersama seorang pria bernama Dudu mendatanginya untuk meminta bantuan menagih utang sebesar Rp 300 juta kepada Aman Yani. Utang tersebut disebut tertuang dalam sebuah kuitansi yang sebelumnya juga sempat diperlihatkan dalam persidangan oleh kuasa hukum terdakwa.
Namun, saat Khotibul meminta agar dipertemukan langsung dengan Aman Yani, Ririn disebut selalu menghindar. Kepada Khotibul, Ririn menyampaikan bahwa Aman Yani berada di Kalimantan lalu berpindah ke Singapura.
Orang yang bisa mengakses Aman Yani hanya Ririn.
Beberapa hari kemudian, Khotibul mengaku menerima pesan singkat dari seseorang yang mengatasnamakan Aman Yani. Dalam pesan tersebut, orang itu meminta agar seluruh proses pencairan dana pensiun diurus melalui Ririn.
Khotibul pun merasa janggal karena seluruh dokumen pribadi Aman Yani, mulai dari KTP hingga SIM, justru berada dalam penguasaan Ririn.
Meski demikian, proses pencairan dana pensiun tetap dicoba dilakukan. Dari pihak bank, pencairan mensyaratkan kehadiran langsung Aman Yani atau minimal bukti foto saat mengisi formulir pencairan.
Permintaan itu kemudian disampaikan kepada Ririn. Tak lama berselang, Khotibul mengaku menerima dokumen yang sudah ditandatangani lengkap dengan foto seseorang yang disebut sebagai Aman Yani saat menandatangani formulir.
Pihak bank saat itu disebut meyakini dokumen dan foto tersebut asli, BJB menduga proses penandatangan dan foto itu dilakukan di kantor pengacara, sehingga proses pencairan dana pensiun akhirnya disetujui.
Dedi Mulyadi mengaku geleng-geleng kepala mendengar cerita tersebut. Ia menilai ada dugaan pola kejahatan terstruktur dan sangat rapi di balik misteri hilangnya Aman Yani.
Menurut Dedi, pola kasus hilangnya Aman Yani memiliki kemiripan dengan kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman.
“Bedanya, kalau Budi dan keluarganya sudah terbukti meninggal dunia. Sementara Aman Yani sampai sekarang masih misterius keberadaannya,” kata Dedi.
Hingga kini, keberadaan Aman Yani masih belum diketahui dan menjadi salah satu teka-teki besar yang turut menyeret perhatian publik dalam rangkaian kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu.





