Viral Aksi Bupati Indramayu Lucky Hakim Nyemplung ke Sungai Angkut Sampah, Ini Kata Lucky

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Aksi Bupati Indramayu Lucky Hakim viral di media sosial usai dirinya terjun langsung ke sungai penuh sampah untuk ikut membersihkan aliran Sungai Pamengkang di Desa Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (15/5/2026).

Dalam video yang beredar, Lucky terlihat berada di tengah sungai sambil mengangkat tumpukan sampah rumah tangga ke dalam karung bersama relawan.

Lucky mengatakan, aksinya itu dilakukan untuk mendukung kegiatan komunitas Sungai Watch yang tengah melakukan aksi bersih-bersih sungai di wilayah Indramayu.

“Sungai Watch ini orang-orang Francis yang berdomisili di Bali. Mereka banyak melakukan aktivitas bersih-bersih sungai, lalu lari ke Jakarta lewat Indramayu sambil melihat sungai-sungai yang kotor dan menyemplung membersihkannya,” kata Lucky saat ditemui di Pendopo Indramayu, Jumat sore.

Menurut Lucky, dirinya tertarik dengan gerakan yang dilakukan komunitas tersebut. Karena itu, ia ikut turun langsung saat para relawan lari dan masuk ke sungai untuk mengangkut sampah.

“Ini pertama kali saya ikut nyemplung ke sungai penuh sampah,” ujarnya.

Lucky juga menepis jika ada anggapan bahwa aksinya itu adalah sebuah pencitraan. Ia menegaskan, saat ini bukan momentum kampanye politik.

Ia menjelaskan, aksi turun langsung ke sungai memiliki makna simbolis untuk mengajak masyarakat dan jajaran pemerintah peduli terhadap persoalan sampah.

“Ini bukan soal berapa ton sampah yang diambil. Kalau pakai alat berat tentu lebih banyak. Tapi ini soal filosofinya, bagaimana kita ikut merasakan dan memberi contoh,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Lucky mengaku menemukan berbagai jenis sampah rumah tangga, termasuk popok bayi berisi kotoran yang dibuang ke sungai.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran penting untuk memahami perjuangan petugas kebersihan dan relawan lingkungan yang selama ini bekerja menangani persoalan sampah.

Lucky pun mengajak masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai.

Di sisi lain, ia mengakui pengelolaan sampah di Kabupaten Indramayu masih menghadapi keterbatasan armada pengangkut.

“Idealnya satu kecamatan punya tiga truk sampah. Tapi sekarang ada kecamatan yang baru punya satu, bahkan satu mobil dipakai dua kecamatan,” ucapnya.

Untuk mengatasi persoalan itu, Lucky mengaku tengah meminta persetujuan pemerintah pusat agar anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) bisa digunakan untuk pengadaan armada dan alat pengelolaan sampah.

“Kami sedang meminta persetujuan Kemendagri apakah BTT boleh dipakai untuk pengadaan truk sampah,” kata dia.

Lucky menambahkan, dirinya juga telah berkonsultasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait rencana tersebut dan disetujui. Hanya saja, Lucky masih menunggu persetujuan dari Kemendagri untuk realisasi rencana itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *