Mulai Temukan Titik Terang, Polisi Terus Cari Keberadaan Aman Yani

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Polisi terus mendalami misteri hilangnya Aman Yani, sosok yang disebut-sebut oleh terdakwa Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan sebagai pelaku sebenarnya dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar mengatakan, pihaknya kini masih memburu keberadaan Aman Yani sekaligus menindaklanjuti laporan dari keluarganya.

“Sedang kami dalami keberadaan Aman Yani,” kata Arwin saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).

Arwin meminta dukungan masyarakat agar misteri tersebut segera terungkap.

“Kami mohon doanya,” ujar dia.

Di sisi lain, kuasa hukum keluarga Aman Yani, Ruslandi, menyebut polisi mulai menemukan titik terang terkait keberadaan kliennya yang hilang sejak 2016 lalu.

Menurut dia, polisi menemukan indikasi dugaan pemalsuan dokumen pribadi Aman Yani untuk mencairkan dana pensiun di rekening bank miliknya.

“Itu sudah mulai terbaca. Dan memang Pak Aman Yani ini tidak pernah datang secara fisik. Tapi itu diolah sedemikian rupa dokumen pribadinya atau identitasnya. Ini perkembangan terbaru dari kepolisian,” kata Ruslandi.

Ruslandi menjelaskan, rekening pensiun Aman Yani sebelumnya berada di bank BJB sebelum dialihkan ke BRI pada 2018 lalu.

Ia meyakini, terbongkarnya aliran dana pensiun itu dapat membantu polisi mengungkap misteri hilangnya Aman Yani.

Meski demikian, Ruslandi enggan berspekulasi apakah Aman Yani masih hidup atau tidak. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian.

“Kalau memang yang bersangkutan masih ada silakan datang bertanggung jawab menjelaskan semuanya agar ini tidak terus menjadi perdebatan di media sosial,” katanya.

Ruslandi juga menilai kecil kemungkinan Aman Yani terlibat dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman pada Agustus 2025 lalu. Sebab, yang bersangkutan disebut sudah menghilang sejak 2016 dan masih dicari keluarganya hingga kini.

Namun demikian, Aman Yani disebut memiliki hubungan erat dengan terdakwa Ririn Rifanto, baik karena hubungan keluarga maupun kaitan dengan dana pensiun tersebut.

“Harapan saya persidangan ini bisa dibongkar seterang mungkin agar kasusnya tidak terus berbelit-belit, sehingga proses persidangan menjadi cepat dan segera memperoleh kepastian hukum,” ujar Ruslandi.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga sempat menyoroti kasus itu melalui video di kanal YouTube pribadinya.

Dalam video tersebut, Dedi meminta keterangan dari seorang pria bernama Dudu dan Irfan. Dudu mengaku pernah diminta Ririn meminjamkan foto untuk membuat KTP palsu atas nama Aman Yani pada 2018.

KTP itu disebut digunakan untuk pembuatan ATM rekening BRI milik Aman Yani.

Sementara Irfan mengaku pernah diminta Ririn membantu mengambil uang pensiun Aman Yani pada Juni 2025. Namun ia membatalkan niatnya setelah mengetahui KTP yang digunakan ternyata palsu dan memakai foto Dudu.

“Menurut saya ini sudah terbuka. Saya yakin Polres Indramayu mampu menyelesaikan ini dengan cepat,” kata Dedi dalam videonya.

Kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman sendiri kini masih bergulir di persidangan dan terus menyita perhatian publik.

Selain menunggu fakta sebenarnya soal pembunuhan tersebut, publik juga menyoroti misteri hilangnya Aman Yani serta munculnya nama-nama lain seperti Hardi, Yoga, dan Joko yang disebut oleh kedua terdakwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *