INDRAMAYUUPDATE – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka bersiap menghadapi kemungkinan bertambahnya penerbangan yang dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Pengelola bandara memastikan pelayanan kepada penumpang menjadi prioritas.
Direktur Utama PT BIJB Ronald H Sinaga mengatakan pihaknya mendapat perhatian khusus dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait pelayanan bagi penumpang yang mendarat di Kertajati.
Menurut Ronald, Dedi meminta agar aspek kenyamanan dan keamanan penumpang menjadi perhatian utama, terutama karena sebagian penerbangan dialihkan secara mendadak.
“Menjadi konsen Pak Gubernur, intinya pengalihan rute tersebut harus mengutamakan kenyamanan dan keamanan penumpang. Ini tentunya sangat berkaitan dengan fasilitas di bandara dan pelayanan prima yang dihadirkan oleh para petugas,” kata Ronald, Senin (7/9/2026).
Pemprov Jawa Barat bahkan mengirimkan tim protokol ke Bandara Kertajati. Tim tersebut membantu memastikan pelayanan terhadap penumpang berjalan maksimal.
Ronald menyebut pelayanan tersebut juga diarahkan untuk mengedepankan budaya Sunda, termasuk sikap ramah atau someah.
“Jadi tim protokol itu ingin memastikan agar pelayanannya sesuai dengan adat Sunda, yaitu someah (ramah), murah senyum, dan segala macamnya untuk melayani penumpang,” ujarnya.
Dua Pesawat Garuda Dialihkan ke Kertajati
Kesiapan Bandara Kertajati sebelumnya telah diuji ketika dua pesawat Garuda Indonesia yang membawa ratusan jemaah umrah dari Arab Saudi dialihkan dari Bandara Soetta pada Minggu (6/9/2026).
Kedua pesawat tersebut tidak dapat mendarat di Soetta akibat dampak gangguan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pesawat Garuda GA 961 dari Madinah membawa 356 penumpang, sedangkan GA 983 dari Jeddah mengangkut 307 penumpang.
Meski pengalihan dilakukan secara mendadak, kedua pesawat berbadan lebar itu dapat mendarat dengan baik di Bandara Kertajati.
“Itu kan pesawat berbadan lebar ya yang membawa sekitar ratusan penumpang sekaligus, sehingga membutuhkan penanganan yang cepat dan tanggap,” tutur Ronald.
15 Bus Disiapkan Angkut Penumpang
Ronald mengakui Bandara Kertajati masih memiliki keterbatasan, salah satunya terkait transportasi darat lanjutan. Saat ini belum terdapat angkutan umum reguler dalam jumlah besar yang melayani kebutuhan penumpang dari bandara.
Namun, kondisi tersebut langsung diantisipasi pihak bandara bersama maskapai.
Sebanyak 15 bus disiapkan untuk mengangkut para penumpang yang sebelumnya mendarat di Kertajati. Dengan fasilitas tersebut, seluruh penumpang dapat melanjutkan perjalanan melalui jalur darat pada hari yang sama.
Dukungan transportasi juga diperkuat dengan hadirnya rute reguler Damri Bandung-Indramayu yang transit di Bandara Kertajati.
“Itu langsung dilaunching rute reguler untuk bus Damri dari Bandung ke Indramayu itu transit dulu di Bandara Kertajati. Jadi sekarang setiap harinya di Bandara Kertajati ada rute reguler,” jelas Ronald.
Selama menunggu kendaraan lanjutan, penumpang juga diarahkan ke ruang tunggu terminal.
Pihak bandara menyiapkan berbagai fasilitas untuk menjaga kenyamanan penumpang, termasuk makanan dan minuman serta kursi pijat.
“Selama waktu menunggu itulah kami juga sediakan makanan dan minuman. Bahkan, bagi penumpang yang butuh rileks, kami sediakan kursi pijat di waiting room. Ini semua untuk memastikan penumpang tetap nyaman di area terminal,” katanya.
Kertajati Siap Jadi Alternatif Soetta
Ronald menegaskan Bandara Kertajati berada dalam kondisi siaga apabila kembali mendapat pengalihan penerbangan dari Soetta.
Koordinasi dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk pengelola bandara dan Pemprov Jawa Barat.
Menurut Ronald, sejumlah maskapai bahkan telah mengajukan permohonan untuk menggunakan Kertajati sebagai lokasi pendaratan alternatif.
Namun, realisasi penerbangan tersebut masih menunggu kepastian jadwal operasional dan rotasi armada dari masing-masing maskapai.
“Permintaan sudah ada yang mau mendarat lagi, tetapi kita masih menunggu kepastian jam operasionalnya. Tergantung apakah Cengkareng diperpanjang penutupannya, sehingga maskapai harus merubah rotasi armada atau bahkan menjadikan Kertajati sebagai alternatif dari Cengkareng,” ungkapnya.
“Sifatnya saat ini kami standby memenuhi request dari airline,” sambung Ronald.






