INDRAMAYUUPDATE – Kabar lega datang dari rombongan jemaah umrah asal Kabupaten Indramayu. Sebanyak 18 jemaah akhirnya tiba kembali di tanah air setelah sempat terdampar di Singapura akibat penerbangan mereka dialihkan imbas sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Direktur Darul Falah Tour & Travel Indramayu, Ahmad Munsit Abdulillah, mengatakan seluruh jemaah kini telah kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.
“Alhamdulillah semalam mendarat pukul 21.30 WIB di Terminal 3 Internasional Bandara Soetta. Sampai rumah di Indramayu itu tadi pagi pukul 04.00 WIB,” ujar Munsit saat dihubungi, Rabu (9/9/2026).
Sebelumnya, rombongan tersebut menumpang pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV816. Pesawat berangkat pada Sabtu (5/9) pukul 17.40 WIB.
Pesawat seharusnya tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, pada Minggu (6/9) sekitar pukul 07.30 WIB. Namun, sekitar satu jam sebelum mendarat, penumpang mendapat pengumuman bahwa pesawat tidak dapat melanjutkan pendaratan di Jakarta.
Pesawat kemudian dialihkan dan mendarat di Singapura.
“Di dalam pesawat itu selain jemaah umrah ada turis asing dan warga negara Arab Saudi. Sedangkan jemaah umrah asal Indramayu jumlahnya ada 18 orang,” kata Munsit.
Pengalihan penerbangan tersebut terjadi setelah aktivitas vulkanik dan sebaran abu mengganggu ruang udara di sekitar Bandara Soetta.
Kebutuhan Jemaah Ditanggung Maskapai
Selama berada di Singapura, para penumpang harus menunggu hingga penerbangan menuju Indonesia kembali memungkinkan.
Munsit mengapresiasi tanggung jawab Saudia Airlines dalam menangani para penumpang yang terdampak. Menurutnya, kebutuhan penumpang selama tertahan di Singapura ditanggung oleh pihak maskapai.
“Pihak Saudia Airlines menanggung semuanya, mulai dari makan tiga kali sehari hingga akomodasi hotel,” ujarnya.
Bahkan, kata Munsit, biaya pengobatan salah seorang jemaah yang mengalami sakit selama berada di Singapura juga ditanggung oleh maskapai.
“Ada jemaah yang sempat sakit dari daerah lain pun biaya pengobatannya ditanggung penuh oleh maskapai,” imbuhnya.
Dipulangkan Bertahap
Pemulangan penumpang dilakukan setelah Bandara Soetta kembali dibuka dan dinyatakan aman untuk aktivitas penerbangan.
Saudia Airlines kemudian bekerja sama dengan Singapore Airlines untuk mempercepat proses pemulangan para penumpang. Mereka diterbangkan secara bertahap menggunakan penerbangan reguler maupun extra flight.
“Semua penumpang diterbangkan bertahap dari sore sampai malam. Kami berangkat dari Singapura sekitar pukul 17.30 waktu setempat menggunakan Singapore Airlines karena armada Saudia di hari itu belum ada jadwal terbang ke Jakarta,” tutur Munsit.
Setelah perjalanan tersebut, seluruh jemaah umrah asal Indramayu maupun penumpang lainnya yang sebelumnya terdampak dipastikan telah tiba di Indonesia.
Munsit menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia, otoritas bandara, pihak maskapai, serta seluruh pihak yang membantu proses pemulangan.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang sudah membantu secara administrasi, membantu pemulangan, termasuk yang sudah mendoakan,” katanya.
“Sehingga semua jamaah umroh yang sebelumnya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau sudah bisa kembali ke tanah air, begitu pula para turis yang mau singgah di Indonesia,” pungkasnya.






