INDRAMAYUUPDATE – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu dibuat kewalahan saat berupaya mengevakuasi seekor monyet liar yang meneror pengunjung di Taman Cumanuk Indramayu. Hewan tersebut terus berpindah-pindah lokasi hingga membuat petugas harus berlari mengejarnya sejak pagi sampai sore hari.
Monyet liar itu diketahui kembali muncul pada Selasa (16/6/2026). Sebelumnya, keberadaannya sempat viral di media sosial setelah beberapa kali terlihat di sejumlah titik keramaian sejak Sabtu (13/6/2026).
Petugas Damkar yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi dan berusaha menangkap hewan tersebut menggunakan jaring. Namun upaya itu tidak berjalan mudah karena monyet terus melarikan diri.
“Dari pagi mas dari jam 8, tapi susah banget ditangkap. Sebenarnya evakuasi sudah dari hari kemarin setelah ramai di medsos,” kata petugas Damkar Indramayu, Jajat, kepada wartawan, Selasa sore.
Jajat menjelaskan, pada pagi hari monyet sempat terlihat di area Pendopo Indramayu. Saat petugas melakukan pengepungan, hewan itu langsung kabur menuju kawasan Taman Cimanuk.
Dari sana, monyet kembali berpindah ke area Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak lama kemudian, hewan tersebut kembali kabur dan masuk ke lingkungan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu hingga area sekolah SMP sebelum akhirnya kembali ke kawasan Taman Cimanuk.
Menurut Jajat, berbagai cara telah dilakukan untuk menangkap monyet tersebut, termasuk memancingnya menggunakan makanan. Namun seluruh upaya itu belum membuahkan hasil.
Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah banyaknya warga yang berkerumun menyaksikan proses evakuasi. Kondisi itu diduga membuat monyet semakin panik dan terus menghindari petugas.
“Mungkin karena banyak orang jadi monyetnya takut, kabur-kaburan terus,” ujarnya.
Damkar tidak menggunakan obat bius dalam proses evakuasi. Petugas memilih cara konvensional menggunakan jaring demi menghindari risiko cedera pada satwa tersebut.
“Khawatir malah melukai hewan, jadi kami pakai jaring, cara-cara tradisional saja,” katanya.
Meski sempat membuat panik warga dan pengunjung taman, monyet liar itu disebut tidak menunjukkan perilaku agresif maupun menyerang masyarakat. Kemunculan satwa tersebut di area permukiman dan fasilitas publik diduga karena faktor kelaparan.
Menjelang petang, proses pencarian akhirnya dihentikan sementara setelah petugas kehilangan jejak monyet yang bersembunyi di rimbunnya pepohonan Taman Cimanuk.
“Anggota juga sudah kelelahan lari-lari terus dari pagi, mungkin akan dilanjut lagi esok hari,” pungkas Jajat.






