Momen Haru Saat Pasangan Disabilitas Tunarungu Ijab Kabul Pernikahan Pakai Bahasa Isyarat

Dengan bantuan penerjemah, Ilham Al Ghozali mempersunting Alicka Nur Aprilia. Orang tua kedua mempelai tak kuasa menahan air mata.

INDRAMAYUUPDATE – Suasana hening menyelimuti tenda hajatan di Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Di hadapan penghulu, Ilham Al Ghozali (31) mempersunting kekasihnya, Alicka Nur Aprilia (21), menggunakan bahasa isyarat.

Momen akad nikah pasangan disabilitas rungu dan wicara itu berlangsung pada Senin (14/9/2026). Tak ada suara yang keluar dari bibir Ilham. Namun, gerakan tangannya tampak mantap saat menyampaikan ijab kabul dengan bantuan penerjemah bahasa isyarat.

Setelah ijab kabul dinyatakan sah, raut wajah Ilham dan Alicka langsung berubah. Keduanya tampak lega dan bahagia.

Suasana haru pun pecah. Orang tua kedua mempelai tak kuasa menahan air mata melihat anak-anak mereka akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri.

Pernikahan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa kondisi disabilitas bukan penghalang bagi Ilham dan Alicka untuk membangun kehidupan rumah tangga secara mandiri.

Ilham sendiri dikenal sebagai sosok yang gigih. Di tengah keterbatasannya, dia menjalankan usaha toko vape atau rokok elektrik dan parfum.

Dari usaha tersebut, Ilham mengaku telah mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan berumah tangga, termasuk dari sisi ekonomi.

“Insya Allah siap menjalani rumah tangga,” ujar Ilham singkat melalui bahasa isyarat.

Sebagian biaya pernikahan disebut berasal dari hasil kerja kerasnya sendiri. Sementara sebagian lainnya dibantu oleh kedua orang tua.

Berawal dari Toko Vape

Kisah cinta Ilham dan Alicka ternyata bermula dari sebuah toko vape yang dikelola Ilham.

Pada 2022, Alicka datang ke toko tersebut sebagai pembeli. Dari pertemuan sederhana itu, komunikasi keduanya mulai terjalin.

Keduanya kemudian diketahui bergabung dalam komunitas yang sama, yakni Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Indramayu.

Hubungan mereka berlanjut hingga akhirnya berpacaran pada 2023. Setelah melewati berbagai dinamika hubungan, keduanya memutuskan melangkah ke jenjang pernikahan.

Sahabat Ilham, Panji Asmara (49), mengaku ikut terharu melihat sahabatnya kini resmi menikah.

Panji bukan penyandang disabilitas. Namun, dia dan Ilham cukup dekat karena memiliki kesamaan hobi di bidang fotografi.

Menurut Panji, Ilham bukan hanya menjalankan usaha, tetapi juga merupakan fotografer profesional. Bahkan, kemampuan fotografinya pernah ditempa langsung oleh fotografer ternama Darwis Triadi.

“Dia (Ilham) itu pernah belajar langsung dari Darwis Triadi, selain foto, Ilham juga jago lukis,” kata Panji.

Panji menilai kondisi disabilitas yang dimiliki Ilham tidak pernah membuat sahabatnya tersebut minder. Ilham justru mampu berbaur dan berkarya seperti masyarakat lainnya.

“Memang kalau Ilham ini dia berbeda, dari dulu dia memang mandiri. Karyanya sebagai fotografer juga tidak bisa dipandang sebelah mata,” tuturnya.

Sebagai sahabat sekaligus sesama fotografer, Panji turut mengabadikan momen pernikahan Ilham dan Alicka.

Dia pun menyampaikan doa untuk kedua mempelai.

“Semoga Ilham dan Alicka sakinah mawaddah warahmah,” kata Panji.

Jadi Reuni Komunitas Disabilitas

Pernikahan Ilham dan Alicka juga menjadi ajang berkumpulnya komunitas disabilitas dari berbagai daerah.

Para tamu tidak hanya datang dari Indramayu. Sejumlah rekan mereka datang dari Majalengka, Cirebon, Subang, Sumedang hingga Bandung.

Salah satu momen menarik terjadi ketika belasan rekan disabilitas naik ke atas panggung untuk memberikan kejutan kepada kedua mempelai.

Mereka membawa berbagai perkakas dapur sebagai kado pernikahan. Perkakas tersebut kemudian dibunyikan secara bersama-sama hingga membuat suasana hajatan semakin meriah.

Ilham dan Alicka pun tertawa melihat aksi teman-temannya.

Tanpa menggunakan suara, para sahabat mereka kemudian menyampaikan doa melalui bahasa isyarat.

“Semoga sakinah, mawaddah, warahmah. Selamat untuk Ilham dan Alicka,” kata mereka menggunakan bahasa isyarat.

Pernikahan tersebut akhirnya menjadi momen yang tidak hanya menyatukan Ilham dan Alicka sebagai pasangan suami istri.

Di tengah keheningan akad, bahasa isyarat, senyum, tatapan dan air mata justru menjadi cara mereka serta orang-orang terdekat untuk merayakan sebuah awal kehidupan baru.

Ilham dan Alicka menunjukkan bahwa membangun rumah tangga bukan soal kesempurnaan fisik, melainkan kesiapan untuk saling menerima dan menjalani kehidupan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page