Keren! Mahasiswa Polindra Ciptakan Inovasi Mesin Penjernih Air Payau, Bisa Produksi 10.000 Liter Air Bersih per Hari

INDRAMAYUUPDATE – Mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) menciptakan mesin Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) yang mampu mengolah air payau menjadi air bersih. Mesin hasil tugas akhir tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 liter air bersih per hari.

Mesin BWRO itu diserahkan kepada pengelola objek wisata Pantai Balongan Indah (Bali) 2, Kabupaten Indramayu, Selasa (21/7/2026). Peresmian dilakukan secara simbolis dengan pengguntingan pita.

Direktur Polindra Rofan Aziz mengatakan mesin tersebut merupakan karya murni mahasiswa sebagai bentuk penerapan teknologi tepat guna untuk menjawab persoalan di masyarakat, khususnya kebutuhan air bersih di kawasan pesisir.

“Politeknik Negeri Indramayu sekarang ini sedang banyak membangun sinergi. Salah satunya dengan Pantai Bali 2 ini untuk menyelesaikan permasalahan air bersih. Kami membuat mesin penjernih air dari air payau menjadi air yang layak untuk mandi dan pembersihan,” kata Rofan kepada wartawan.

Menurutnya, mesin BWRO tersebut mampu menghasilkan sekitar 7 liter air bersih setiap menit atau mencapai sekitar 10.000 liter dalam satu hari operasional.

“Yang istimewa, ini merupakan hasil karya mahasiswa kami sebagai tugas akhir mereka,” ujarnya.

Rofan menjelaskan inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Polindra dalam menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat melalui riset terapan.

Sementara itu, Pengelola Pantai Balongan Indah (Bali) 2, Akso, mengaku terbantu dengan kehadiran mesin tersebut. Selama ini kebutuhan air bersih di kawasan wisata cukup tinggi, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Ia mengatakan pasokan dari toren berkapasitas 15 ribu liter kerap tidak mencukupi sehingga pengelola harus mendatangkan tambahan hingga empat tangki air berkapasitas masing-masing 8 ribu liter.

“Dengan adanya alat ini tentu kami sangat terbantu. Ketika kami kekurangan air, sekarang ada suplai langsung dari air payau yang diolah menjadi air bersih. Minimal bisa mengurangi kebutuhan air dari luar dan memaksimalkan potensi air yang ada,” kata Akso.

Mesin BWRO tersebut dirancang oleh dua mahasiswa Polindra, Ahmad Farhani (24) dan Anggatra Gama Inka (23). Air hasil pengolahan saat ini dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi dan sanitasi di kawasan wisata.

Akso berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh bagi destinasi wisata lain di kawasan pesisir Indramayu agar lebih memanfaatkan teknologi dan menggandeng perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.

Ia menambahkan kerja sama antara Polindra dan Pantai Bali 2 telah terjalin sebelumnya melalui pengembangan sistem informasi dan layanan ticketing berbasis digital.

Ke depan, Polindra bersama pengelola pantai berencana mengembangkan teknologi yang mampu mengolah air laut langsung menjadi air bersih, bahkan hingga layak dikonsumsi.

“Ke depan bisa saja kami mengembangkan inovasi agar air laut langsung bisa menjadi air bersih, bahkan tidak hanya untuk mandi tetapi juga aman untuk diminum,” ujar Rofan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page