INDRAMAYUUPDATE – PT Polytama Propindo resmi memulai pembangunan pabrik polypropylene kedua melalui Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Senin (22/6/2026).
Pabrik baru tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 300.000 metrik ton per tahun. Jika rampung dan beroperasi penuh pada 2029, total kapasitas produksi Polytama akan meningkat menjadi 600.000 metrik ton per tahun.
Saat ini, Polytama merupakan produsen resin polypropylene terbesar kedua di Indonesia dengan kapasitas 300.000 ton per tahun, di bawah PT Chandra Asri Pacific Tbk yang memiliki kapasitas 500.000 ton per tahun.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, Indramayu berpeluang menjadi lokasi pemasok resin polypropylene terbesar di Indonesia. Polypropylene sendiri merupakan bahan baku penting yang digunakan dalam berbagai industri, mulai dari kemasan makanan, perlengkapan medis hingga komponen otomotif.
Bupati Indramayu Lucky Hakim yang hadir dalam seremoni groundbreaking menyambut baik investasi tersebut. Menurutnya, proyek ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Hadirnya investasi dan industri seperti ini, kami berharap semakin banyak kesempatan kerja tersedia di daerah. Saya juga berharap seluruh pihak terus menjaga komitmen dan komunikasi baik agar proyek berjalan lancar serta memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Lucky dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Lucky menilai proyek PPB tidak hanya memperkuat rantai pasok industri petrokimia nasional, tetapi juga dapat mendorong tumbuhnya industri turunan di Indramayu.
Presiden Direktur PT Polytama Propindo Permono Avianto mengatakan proyek tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam mendukung pengembangan industri petrokimia nasional.
“Hari ini merupakan momen sangat penting bagi PT Polytama karena diberikan kepercayaan menjalankan proyek ini. Kami menyadari keberhasilan proyek membutuhkan niat, komitmen, dan kerja sama kuat dari seluruh pihak agar berjalan baik dan memberi manfaat luas,” ujarnya.
Permono menambahkan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor polypropylene.
“Dengan bertambahnya kapasitas, Polytama dapat mendorong tumbuhnya industri pendukung maupun industri hilir yang memanfaatkan produk petrokimia, sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah dan nasional,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Direktur Utama PT Tuban Petrochemical Industries (Tuban Petro), Sukriyanto. Ia berharap pembangunan pabrik berjalan sesuai target dan mampu mendorong pengembangan kawasan industri Balongan.
“Kami sangat berharap seluruh tim proyek terus bekerja optimal di lapangan. Apa yang direncanakan dapat dilaksanakan baik dan apabila ada kendala dapat segera dievaluasi bersama sehingga tidak terjadi stagnasi. Ini langkah besar yang akan berkontribusi bagi penguatan industri nasional,” tegasnya.
Secara teknis, proyek pembangunan pabrik dikerjakan oleh konsorsium Wuhuan Engineering Co., Ltd bersama PT Enviromate Technology International.
Project Manager Wuhuan Engineering Co., Ltd, Xue Jin Yong, menyatakan pihaknya berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai jadwal dengan standar kualitas tinggi.
“Kami optimistis proyek dapat berjalan sesuai target melalui pengawasan ketat dan kolaborasi kuat antara Polytama, Tuban Petro, Pertamina, serta seluruh mitra yang terlibat,” pungkasnya.






