Berita  

Ayah, Ibu, dan Adiknya yang Masih Bayi Tewas dalam Kecelakaan di Gronggong Cirebon, Siswi SD Ini Selamat Tapi Harus Jalani Amputasi

INDRAMAYUUPDATE – Kecelakaan maut yang melibatkan truk pengangkut air mineral di jalur turunan Gronggong, Jalan Raya Cirebon-Kuningan, Desa Ciperna, Kabupaten Cirebon, Senin (13/7/2026), menyisakan kisah pilu. Tiga anggota satu keluarga tewas, sementara anak sulung mereka selamat meski harus menjalani operasi amputasi akibat luka berat.

Korban selamat diketahui bernama Lovanya Evelyn Kautsar, siswi kelas VI SDN Guntur, Kota Cirebon. Saat ini Lovanya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Gunung Jati setelah mengalami cedera serius pada bagian kaki.

Pihak SDN Guntur membenarkan bahwa Lovanya merupakan salah satu siswi di sekolah tersebut. Melalui pemberitahuan kepada para wali murid, sekolah menyampaikan kabar duka bahwa kedua orang tua Lovanya beserta adiknya yang masih bayi meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

“Dalam musibah tersebut, kedua orang tua beliau serta adik yang masih bayi telah meninggal dunia,” tulis pihak SDN Guntur dalam keterangannya.

Komite SDN Guntur juga mengajak masyarakat membantu Lovanya dengan mendonorkan darah sebelum operasi dilakukan.

“Mohon kesediaannya untuk mendonorkan darah guna membantu ananda Lovanya Evelyn Kautsar, murid SD Guntur yang mengalami kecelakaan tragis di Gronggong. Lovanya selamat, namun mengalami pendarahan hebat dan malam ini direncanakan menjalani operasi amputasi kaki di RSUD Gunung Jati,” demikian isi pesan yang disampaikan komite sekolah.

Sementara itu, Kanit 1 Turjawali Satlantas Polresta Cirebon IPTU Heru Cahyo mengatakan, kecelakaan bermula saat truk pengangkut air mineral bernomor polisi B 9105 UM melaju dari arah Kabupaten Kuningan menuju Kota Cirebon.

Diduga, truk mengalami gangguan pada sistem pengereman ketika melintasi jalur menurun di kawasan Gronggong sehingga sopir kehilangan kendali.

“Truk yang melaju dari arah Kabupaten Kuningan menuju Kota Cirebon itu kehilangan kendali, masuk ke jalur berlawanan, lalu menghantam sejumlah sepeda motor dan sebuah warung di tepi jalan,” kata Heru.

Saat proses olah tempat kejadian perkara, polisi menyebut jumlah korban masih bersifat sementara karena proses evakuasi dan pendataan masih berlangsung.

“Korban sementara berjumlah lima orang. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan korban lainnya mengalami luka-luka,” ujar Heru.

Namun, setelah proses identifikasi dan pendataan berlanjut, pihak SDN Guntur memastikan korban meninggal dari keluarga Lovanya bertambah menjadi tiga orang, yakni ayah, ibu, dan adiknya yang masih bayi.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk dugaan rem truk mengalami kegagalan fungsi saat melintasi jalur rawan kecelakaan di kawasan Gronggong. Peristiwa itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, lingkungan sekolah, dan masyarakat Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page