INDRAMAYUUPDATE – Seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Ciremai di Jawa Barat resmi ditutup sementara mulai hari ini, Minggu (6/9/2026). Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Seksi Pengelolaan Wilayah II Majalengka, Robi Gumilang, mengatakan penutupan berlaku bagi seluruh jalur pendakian tanpa terkecuali.
“Seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Ciremai ditutup sementara, termasuk Jalur Trisakti Sadarehe,” kata Robi, Minggu (6/9/2026).
Penutupan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) serta Surat Edaran Gubernur Jawa Barat.
Selain sebagai langkah pencegahan karhutla, penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan pendaki dan melindungi ekosistem kawasan TNGC.
Informasi mengenai kebijakan tersebut telah disosialisasikan melalui pengumuman resmi Balai TNGC dan akun Instagram resmi @gunung_ciremai.
200 Pendaki Naik Sehari Sebelum Ditutup
Sehari sebelum penutupan, sekitar 200 pendaki tercatat naik menuju puncak Gunung Ciremai melalui Jalur Trisakti Sadarehe.
Robi menyebut jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa yang umumnya hanya mencapai puluhan pendaki. Meski demikian, angka tersebut masih dinilai dalam batas normal.
Para pendaki yang terlanjur berada di kawasan Gunung Ciremai diminta segera turun setelah penutupan mulai diberlakukan.
Petugas TNGC juga akan melakukan penyisiran jalur sekaligus membersihkan sampah yang ditinggalkan para pendaki.
“Tim nanti akan bergerak ke atas menyisir sekaligus membersihkan sampah. Pendaki yang masih ada di atas kami minta untuk turun,” ujarnya.
Pendaki yang Sudah Bayar Bisa Refund atau Reschedule
Penutupan juga berdampak terhadap calon pendaki yang sebelumnya telah melakukan pemesanan dan pembayaran untuk jadwal pendakian setelah jalur ditutup.
Balai TNGC sebelumnya telah menghentikan layanan booking online pendakian Gunung Ciremai sejak 1 September 2026.
Bagi pendaki yang sudah melakukan pemesanan dan pembayaran, Balai TNGC menyediakan dua opsi, yakni pengembalian dana atau refund dan penjadwalan ulang atau reschedule.
Namun, proses refund diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama karena berkaitan dengan mekanisme keuangan pemerintah.
“Untuk refund prosesnya mungkin akan memakan waktu karena terkait dengan Kementerian Keuangan. Sehingga beberapa pengunjung memang mengajukannya reschedule,” kata Robi.
Belum Ada Kepastian Kapan Dibuka Lagi
Hingga kini belum ada kepastian mengenai kapan seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai akan kembali dibuka.
Robi mengatakan pembukaan kembali jalur akan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca serta informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kalau untuk pembukaan sementara kita menunggu informasi dari BMKG, dikarenakan menunggu kondisi cuaca,” ujarnya.
Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kawasan Gunung Ciremai berada di dua kabupaten, yakni Majalengka dan Kuningan. Terdapat lima jalur pendakian resmi menuju puncak.
Di Kabupaten Majalengka terdapat Jalur Apuy dan Trisakti Sadarehe. Sementara di Kabupaten Kuningan terdapat Jalur Palutungan, Linggarjati, dan Linggasana.






