Viral Awan Pelangi di Langit Indramayu, BMKG Pastikan Bukan Tanda Badai

Fenomena unik dan indah muncul di langit Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026) pagi. Penampakan awan pelangi ini langsung menjadi sorotan warga.

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Fenomena awan berwarna pelangi muncul di langit Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026) pagi. Penampakan langka ini langsung viral di media sosial setelah banyak warga mengabadikannya.

Awan pelangi tersebut terlihat sekitar pukul 06.00 WIB. Warna-warni yang muncul di sela awan tampak mencolok, menyerupai pelangi, sehingga menarik perhatian masyarakat.

Salah satu warga Desa Pekandangan, Rian (30), mengaku sempat melihat langsung fenomena tersebut. Ia menyebut, penampakan itu mirip dengan fenomena serupa yang sebelumnya terjadi di wilayah Bogor.

“Persis seperti yang di Bogor. Saya lihat langsung, lalu pas cek media sosial ternyata sudah ramai,” ujar Rian.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Prakirawan BMKG Kertajati, Dyan Anggrainy, menjelaskan bahwa fenomena awan pelangi merupakan hal yang umum terjadi dalam kondisi tertentu.

Menurutnya, fenomena tersebut terbentuk akibat interaksi antara cahaya matahari dengan butiran air di udara, baik dari sisa hujan maupun hujan yang terjadi di sekitar lokasi.

“Terbentuknya pelangi pada awan itu disebabkan oleh adanya interaksi antara cahaya matahari dengan butir-butir air di udara dari sisa hujan atau karena terjadinya hujan di sekitarnya,” kata Dyan saat dikonfirmasi.

Dyan kemudian menjelaskan soal bentuk awan yang tidak utuh. Menurutnya hal tersebut dikarenakan awan yang cukup tinggi sehingga menutupi sebagian pelangi.

“Kalau kami menyebutnya awan towering cumulus. Pelanginya tertutup oleh awan yang cukup tinggi,” jelas Dyan.

Lebih lanjut, Dyan menegaskan fenomena ini bukan pertanda langsung akan terjadinya bagai.

Melainkan menunjukkan adanya proses pertumbuhan awan konvektif dan adanya kemungkinan kejadian hujan lokal di wilayah sekitar.

“Jadi fenomena ini bukan tanda langsung akan terjadinya badai,” pungkas Dyan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *