Berita  

Pilu Petani di Majalengka! Padi Sudah Kekeringan, Kini Ludes Terbakar Saat Hendak Dipanen

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Musim kemarau panjang membawa petaka beruntun bagi Dede, petani di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Setelah tanaman padinya mengering akibat kekurangan air, kini hamparan sawah miliknya justru hangus terbakar saat hendak dipanen.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (31/7/2026). Saat itu, Dede tengah memanen padi lebih awal karena khawatir tanamannya semakin rusak akibat kekeringan. Namun di tengah aktivitasnya, api tiba-tiba muncul dari ujung areal sawah dan menjalar dengan cepat.

“Itu saya lagi panen padi, ya walaupun kondisinya kayak begini karena kurang air,” kata Dede kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan hamparan padi yang terbakar kini menghitam. Dede mengaku tidak mengetahui penyebab munculnya api. Awalnya ia hanya melihat kepulan asap dari bagian ujung sawah.

“Aku nggak tahu awalnya, kalau ada api di sebelah situ tuh (ujung sawah), tiba-tiba kejadiannya,” ujarnya.

Tak lama kemudian, asap berubah menjadi kobaran api yang menyapu tanaman padi miliknya. Dede memperkirakan lahan yang terbakar mencapai sekitar 100 bata atau kurang lebih 1.400 meter persegi.

Melihat tanamannya dilalap api, Dede hanya bisa pasrah. Ia sempat berusaha memadamkan api menggunakan batang kayu. Sejumlah petani lain turut membantu, namun kobaran api sulit dikendalikan karena tidak ada sumber air.

Kondisi tersebut diperparah lantaran Situ Cijingga yang selama ini menjadi sumber pengairan sawah telah mengering akibat musim kemarau.

“Aku nggak tahu harus bagaimana, bingung, apalagi sudah kebakar kayak gini,” ucapnya dengan nada sedih.

Akibat kejadian itu, Dede diperkirakan mengalami kerugian yang tidak sedikit. Padahal hasil panen tersebut diharapkannya bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

“Ya harusnya kalau bisa dipanen, cukuplah untuk makan,” katanya.

Kini, Dede bersama petani lainnya di Desa Mekarjaya berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap persoalan kekeringan yang melanda wilayah mereka, termasuk membantu petani yang terdampak kebakaran.

“Saya minta bantuan lah dari pemerintah, semoga juga kasihan sama saya yang orang tani ini,” harap Dede.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page