Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Babadan Indramayu, Ini Dugaan Penyebabnya

Mayat perempuan ditemukan mengambang di Sungai Babadan, Kertasemaya, Indramayu. Polisi menduga korban tenggelam akibat kekambuhan epilepsi.

INDRAMAYUUPDATE – Suasana di aliran Sungai Babadan, Desa/Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mendadak geger pada Senin (19/10/2026) pagi. Warga menemukan seorang perempuan dalam kondisi mengambang di sungai tersebut.

Penemuan itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warganet membagikan foto yang memperlihatkan jasad perempuan tersebut mengenakan pakaian berwarna cokelat di tengah aliran sungai.

Kapolsek Sukagumiwang AKP Suripto membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurut dia, korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 08.00 WIB.

“Iya benar, ada saksi yang melihat korban sudah mengambang kemudian melaporkan ke kami,” kata Suripto saat dihubungi Kompas.com.

Mendapat laporan tersebut, polisi bersama Tim Inafis Polres Indramayu langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas kemudian mengamankan area dan mengevakuasi jasad korban ke daratan.

Di tengah proses penanganan, pihak keluarga korban juga datang ke lokasi.

Sempat Berpamitan Pergi ke Sungai

Dari keterangan keluarga, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berpamitan untuk pergi ke sungai. Namun, korban tak kunjung kembali ke rumah hingga keluarga menerima kabar duka tersebut.

Suripto mengatakan, keluarga mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan yang telah lama dideritanya.

Informasi mengenai riwayat penyakit tersebut juga diperkuat dengan rekam medis dari Puskesmas Sukagumiwang. Berdasarkan catatan yang dikonfirmasi kepolisian, korban tercatat rutin menjalani pengobatan terkait penyakit kejang selama periode 2020 hingga 2023.

Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Tim Inafis Polres Indramayu turut melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad korban. Dari pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan bekas luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Berdasarkan temuan awal dan keterangan keluarga, polisi menduga korban mengalami kekambuhan epilepsi saat berada di sekitar sungai hingga kehilangan kesadaran dan akhirnya tenggelam.

“Diduga kuat, penyakit epilepsi korban mendadak kumat saat berada di tepi atau di dalam sungai, sehingga korban kehilangan kesadaran dan tenggelam,” ujar Suripto.

Meski demikian, dugaan tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan informasi yang diperoleh kepolisian.

Keluarga Ikhlas dan Menolak Autopsi Lanjutan

Setelah kejadian tersebut, polisi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Pihak keluarga menyatakan ikhlas menerima kepergian korban sebagai musibah. Keluarga juga membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan keberatan terhadap pelaksanaan autopsi lanjutan.

Atas dasar itu, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Saat itu jenazah langsung diserahkan ke keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,” pungkas Suripto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *