BMKG Prediksi Musim Hujan Indramayu Mulai November, Puncaknya Februari 2027

BMKG memprediksi musim hujan di Indramayu mulai November 2026 dan bertahap hingga Desember. Puncak musim hujan diperkirakan Februari 2027.

INDRAMAYUUPDATE – Musim hujan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diprediksi mulai datang pada November 2026. Namun, awal musim hujan tidak terjadi secara bersamaan di seluruh wilayah, melainkan berlangsung bertahap hingga Desember 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, mengatakan wilayah Indramayu yang diperkirakan lebih awal memasuki musim hujan adalah Kecamatan Terisi bagian selatan dan sebagian kecil Kecamatan Gantar bagian selatan.

Kedua wilayah tersebut diprediksi mulai mengalami musim hujan pada dasarian II November 2026 atau periode 11–20 November.

“Prediksi ini bersumber dari Stasiun Klimatologi Jawa Barat,” kata Fuad saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).

Sementara itu, sebagian besar wilayah Indramayu diperkirakan baru memasuki musim hujan pada dasarian I Desember 2026, yakni periode 1–10 Desember.

Wilayah tersebut mencakup Kecamatan Sukra, Anjatan, Haurgeulis, Kroya, Bongas, Patrol, Kandanghaur, Gabus Wetan, serta bagian utara Gantar dan Terisi.

Musim hujan pada periode yang sama juga diprediksi mulai terjadi di Losarang, Cikedung, Cantigi, Arahan, Lohbener, Lelea, Pasekan, Sindang, Indramayu, sebagian besar Balongan, hingga sejumlah bagian wilayah Jatibarang, Widasari, Tukdana, Sukagumiwang, Sliyeg, dan Bangodua.

Adapun wilayah yang diperkirakan paling akhir memasuki musim hujan adalah sebagian Balongan, Sliyeg bagian selatan, Juntinyuat, Widasari bagian selatan, sebagian besar Bangodua, Tukdana bagian timur, Sukagumiwang bagian utara, Kertasemaya, Kedokan Bunder, Karangampel, dan Krangkeng.

Wilayah-wilayah tersebut diprediksi baru memasuki musim hujan pada dasarian II Desember 2026 atau periode 11–20 Desember.

Puncak Musim Hujan Februari 2027

Fuad menjelaskan, puncak musim hujan di Kabupaten Indramayu diprakirakan terjadi pada Februari 2027. Periode tersebut mencakup seluruh wilayah Indramayu.

Meski demikian, sifat musim hujan di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu diprediksi berada dalam kategori normal.

“Sifat musim hujan di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu diprakirakan berada pada kategori normal,” terang Fuad.

BMKG memiliki kriteria tersendiri untuk menetapkan suatu wilayah telah memasuki musim hujan. Secara teknis, musim hujan dinyatakan mulai ketika curah hujan mencapai 50 milimeter atau lebih dalam satu dasarian, kemudian diikuti kondisi serupa selama minimal dua dasarian berikutnya secara berturut-turut.

Dengan demikian, prakiraan awal musim hujan tidak berarti hujan akan turun setiap hari sejak periode tersebut dimulai.

Selain Indramayu, BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati juga merilis prakiraan awal musim hujan untuk Kota dan Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, serta Sumedang.

Secara umum, wilayah-wilayah tersebut diprediksi memasuki musim hujan secara bertahap pada November hingga Desember 2026, dengan sifat hujan dalam kategori normal.

Warga Diimbau Bersihkan Drainase

Menghadapi peralihan musim menuju musim hujan, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini.

Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan saluran air atau drainase, serta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi seiring meningkatnya curah hujan.

“Warga diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan saluran air atau drainase, serta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seiring dengan dimulainya musim penghujan,” pungkas Fuad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *