Kisah Bripka Rusmanto, Pak Bhabin di Indramayu yang Dampingi Warga Lawan Penyakit Ginjal hingga Bantu Atasi Banjir Pakai Uang Pribadi

Kisah Bripka Rusmanto, Bhabinkamtibmas Desa Singaraja, Indramayu, yang merawat sejarah, mendampingi warga sakit, dan membantu penanganan banjir.

INDRAMAYUUPDATE – Bagi Bripka Rusmanto, pengabdian sebagai anggota polisi tak hanya soal menjaga keamanan dan ketertiban. Ada warga yang membutuhkan pendampingan, lingkungan yang perlu dibenahi, hingga jejak sejarah yang harus dirawat agar tak hilang ditelan zaman.

Anggota Polsek Indramayu, Polres Indramayu, yang kini bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Singaraja itu telah lebih dari dua dekade mengabdi di kepolisian. Dalam perjalanan tugasnya, Rusmanto terlibat dalam berbagai kegiatan yang mempertemukannya dengan persoalan masyarakat, mulai dari penemuan situs bersejarah hingga membantu warga yang berjuang melawan penyakit kronis.

Salah satu jejak pengabdiannya yang mendapat perhatian publik adalah keterlibatannya dalam penemuan struktur bata kuno di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, pada Oktober 2019.

Saat itu, Rusmanto masih bertugas di Polsek Lelea. Bersama komunitas Karuhun Nusantara, ia ikut dalam penemuan dan pengungkapan struktur kuno yang kemudian dikenal masyarakat sebagai Candi Sambimaya.

Temuan tersebut menarik perhatian masyarakat, media, dan kalangan peneliti. Bagi Rusmanto, keterlibatan dalam penelusuran situs itu menjadi bagian dari upaya mengenali sekaligus menjaga warisan sejarah Indramayu.

Perhatian tersebut mendapat pengakuan pada 20 Desember 2022. Pemerintah Kabupaten Indramayu memberikan penghargaan kepada Rusmanto dalam kategori Penemu Cagar Budaya pada acara Anugerah Seni dan Budaya di Gedung Mama Soegra. Penghargaan diserahkan oleh Bupati Indramayu saat itu, Nina Agustina.

Namun, kiprah Rusmanto tidak berhenti pada urusan sejarah. Di tengah tugas kepolisian, ia juga menjalani peran yang lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Mengawal Bantuan hingga Mendampingi Warga Saat Pandemi

Pada Agustus 2020, ketika bertugas di Polsek Lelea, Rusmanto bersama personel lainnya mengamankan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai di Desa Pengauban, Kecamatan Lelea. Sebanyak 361 penerima bantuan tercatat dalam kegiatan tersebut.

Setahun kemudian, ketika pandemi Covid-19 masih menekan kehidupan masyarakat, ia kembali terlibat dalam pelayanan warga.

Pada Juli 2021, Rusmanto bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Desa Singaraja mengawal penyaluran bantuan sembako bagi warga terdampak. Kegiatan itu juga disertai pembagian masker dan penyampaian imbauan pencegahan penularan.

Perannya berlanjut dalam kegiatan vaksinasi. Pada September 2021, ia mendampingi pelaksanaan vaksinasi di Balai Desa Singaraja. Dua bulan berselang, ia kembali terlibat dalam pengawalan percepatan vaksinasi di Desa Plumbon.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan salah satu peran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat, yakni menjadi penghubung antara warga, pemerintah desa, dan berbagai pihak yang menjalankan pelayanan publik.

Mendampingi Perjuangan Warga Melawan Penyakit Ginjal

Di luar kegiatan pengamanan dan pelayanan masyarakat, ada kisah lain yang memperlihatkan sisi personal kepedulian Rusmanto.

Pada 2024, ia mulai mendampingi Tri Atini, warga Desa Gunungsari, Kecamatan Sukagumiwang, yang menghadapi penyakit ginjal kronis stadium akhir.

Pertemuan itu bermula setelah seorang kerabat meminta Rusmanto datang untuk melihat kondisi Tri. Dari situ, ia memberikan dukungan mental dan spiritual, motivasi, serta dorongan agar Tri tetap bersemangat menjalani pengobatan medis.

Perjalanan Tri bukanlah perkara mudah. Ia harus menjalani hemodialisis atau cuci darah secara rutin dua kali setiap pekan.

Dalam pemberitaan pada September 2026, Tri diceritakan telah kembali beraktivitas dan mulai merintis usaha kue serta jasa titip barang. Meski masih menjalani pengobatan, ia berusaha membangun kembali kemandirian dalam kehidupannya.

Pendampingan Rusmanto menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut. Dukungan yang diberikan bukan untuk menggantikan perawatan medis, melainkan membantu menjaga semangat Tri dalam menghadapi kondisi kesehatannya.

Turun Tangan Saat Banjir Melanda Permukiman

Kepedulian Rusmanto terhadap persoalan warga kembali terlihat ketika banjir merendam Perumahan Margalaksana 1 dan 2 pada Januari 2026.

Dalam upaya membantu penanganan dampak banjir, ia menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Indramayu dan menggunakan dana pribadi untuk menyewa ekskavator.

Alat berat tersebut dikerahkan untuk mengangkat lumpur dan eceng gondok yang menghambat aliran sungai. Langkah itu menjadi bagian dari upaya membantu mengurangi hambatan aliran air di sekitar permukiman terdampak.

Keterlibatannya menunjukkan bahwa persoalan lingkungan di sekitar tempat tinggal warga dapat membutuhkan kerja sama banyak pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, organisasi, dan aparat yang bertugas di wilayah tersebut.

Bagi seorang Bhabinkamtibmas, persoalan seperti banjir juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu diperhatikan, bukan semata-mata urusan keamanan.

Menjaga Kedekatan dengan Warga dan Merawat Sejarah Indramayu

Dalam menjalankan tugas di Desa Singaraja, Rusmanto terus membangun komunikasi dengan masyarakat.

Pada 7 Juli 2026, ia mengadakan pertemuan bersama para ketua RT dan RW untuk membahas keamanan lingkungan, kepedulian warga, serta penyelesaian persoalan melalui musyawarah.

Komunikasi semacam itu menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman. Sebab, persoalan di tengah masyarakat kerap lebih mudah dikenali ketika aparat dan warga memiliki hubungan yang terbuka.

Di sisi lain, perhatian Rusmanto terhadap sejarah Indramayu juga terus berlanjut.

Pada Oktober 2026, ia mengikuti pertemuan pegiat sejarah di Museum Bandar Cimanuk. Pertemuan tersebut mendorong tindak lanjut kajian sejarah sebagai bahan pengkajian ulang dasar penetapan hari jadi Kabupaten Indramayu.

Keterlibatan itu memperlihatkan bahwa minatnya terhadap sejarah tidak berhenti setelah memperoleh penghargaan pada 2022. Ia masih mengambil bagian dalam diskusi mengenai identitas dan perjalanan sejarah daerah.

Dari penelusuran situs Sambimaya, pengawalan bantuan sosial, pendampingan warga yang sakit, hingga keterlibatan dalam penanganan banjir, perjalanan Rusmanto memperlihatkan beragam bentuk pengabdian di luar tugas rutin kepolisian.

Sebagai Bhabinkamtibmas Desa Singaraja, ia berada di tengah masyarakat yang memiliki kebutuhan dan persoalan berbeda-beda. Ada yang membutuhkan rasa aman, ada yang memerlukan dukungan saat menghadapi kesulitan, dan ada pula yang mengajak bersama-sama menjaga lingkungan serta sejarah daerah.

Kisah Rusmanto menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang anggota polisi di tingkat desa dapat hadir melalui banyak cara. Bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ketika warga membutuhkan pendampingan dan ketika lingkungan maupun warisan sejarah memerlukan perhatian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *