Berita  

Geger Karyawati Pabrik di Indramayu Teriak Histeris, Bukan Kesurupan, Tapi Karena Syok Dengar Suaminya Dihajar Massa Karena Maling Motor

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Media sosial sempat dihebohkan dengan narasi seorang karyawati pabrik di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang berteriak histeris diduga akibat kesurupan pada Kamis (11/6/2026) malam.

Namun, pihak kepolisian segera meluruskan informasi tersebut.

Kapolsek Krangkeng, AKP Nandang Supriatna saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa karyawan perempuan tersebut berteriak histeris bukan karena faktor mistis atau kesurupan.

Melainkan karena syok setelah menerima kabar bahwa suaminya diamuk massa akibat diduga mencuri sepeda motor.

“Kemarin ada kejadian laki-laki dikeroyok massa di Kedokan Bunder karena melakukan perbuatan pidana. Istrinya karyawan pabrik mendengar info tersebut sehingga histeris,” ujar Nandang saat dihubungi, Sabtu (13/6/2026).

Usai berteriak histeris, karyawati itu langsung ditenangkan oleh rekan-rekannya. Ia juga dievakuasi untuk mendapat pertolongan medis oleh tenaga kesehatan di pabrik setempat.

Lebih lanjut, Nandang memastikan bahwa tidak ada karyawan lain yang mengalami hal serupa atau hanya satu orang.

“Iya hanya satu orang. Saat itu langsung ditangani tim medis pabrik,” jelasnya.

Secara terpisah, Kapolsek Kedokan Bunder, Ipda Eryana membenarkan adanya penangkapan terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kemudian memicu histeria karyawati tersebut.

Eryana menjelaskan, aksi pencurian itu dilakukan oleh dua orang pria pada siang bolong di wilayah Desa Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder.

Para pelaku diketahui menyasar sepeda motor milik seorang montir yang terparkir di pinggir jalan. Mereka kemudian membobol kontak kendaraan menggunakan kunci leter T.

Sial bagi pelaku, aksi mereka tepergok oleh sang pemilik motor hingga berujung dihajar oleh massa.

“Kejadiannya pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB,” kata Eryana.

Panik melihat amukan warga yang memuncak, salah satu pelaku kala itu nekat melompat ke sungai dan bersembunyi di bawah kolong jembatan. Sementara itu, satu pelaku lainnya kabur melarikan diri meninggalkan rekannya.

Warga yang telanjur emosi kala itu terus melempari pelaku yang bersembunyi di sungai menggunakan batu dari atas jembatan.

Proses evakuasi bahkan berjalan menegangkan. Petugas dari Polsek Kedokan Bunder yang tiba di lokasi harus memasang badan menghalau warga yang masih mencoba menghakimi pelaku saat digiring dari sungai menuju mobil patroli.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diketahui merupakan warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng. Ia mengalami luka ringan di bagian kepala.

“Sebelum dibawa ke Polres Indramayu, pelaku juga sempat mendapat perawatan terlebih dahulu di RS MIS Krangkeng,” tutur Eryana.

Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah kunci leter T yang sempat dibuang pelaku di sekitar sungai.

Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Indramayu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga tengah melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lain yang buron guna membongkar jaringan curanmor tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *