Potret Camat Sukra Saat Begadang Bareng Petani Saat Kawal Pasokan Air Demi Selamatkan Tanaman Padi

INDRAMAYUUPDATE – Krisis air irigasi yang melanda areal persawahan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membuat berbagai pihak turun tangan. Salah satunya Camat Sukra, Sigit Widianto, yang ikut mengawal distribusi air hingga rela begadang bersama para petani.

Dengan mengenakan kaus krem dan celana pendek, Sigit turun langsung ke area persawahan di Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra. Ia mendampingi petani hingga sekitar pukul 02.30 WIB pada Rabu (29/7/2026) dini hari untuk memastikan pasokan air bisa mengalir ke lahan pertanian.

“Ikut gadang bareng petani, malam itu sampai jam setengah 3 pagi,” kata Sigit.

Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah bersama petani mulai menunjukkan hasil. Debit air di saluran irigasi perlahan meningkat setelah adanya penambahan pasokan dari Bendung Salamdarma.

“Alhamdulillah, untuk sekarang baru ada pengiriman air dari kemarin. Ada penambahan debit. Sawah-sawah yang kekeringan sudah mulai bisa digarap penanaman, traktor juga sudah bisa jalan,” ujarnya.

Meski demikian, distribusi air masih belum optimal. Para petani masih harus menggunakan pompa untuk mengalirkan air ke petak-petak sawah karena debit yang tersedia terbatas.

“Hampir semuanya petani pakai pompa. Walau ada rebutan, tapi kita pakai sistem gilir. Karena kondisinya kebutuhannya sama, permasalahannya sama, saya juga meminta pengertiannya dari masing-masing Gapoktan,” tutur Sigit.

Sigit menilai persoalan kekurangan air saat musim tanam gadu menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua pihak. Padahal, Indramayu merupakan salah satu lumbung padi nasional yang diandalkan menopang ketahanan pangan.

“Anggaplah kabupaten ini sebagai pendukung utama ketahanan pangan nasional, akan tetapi kita dihadapkan dengan kebutuhan air yang kurang. Ini menjadi bahan evaluasi kita bersama, baik pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah kecamatan telah melakukan berbagai langkah, mulai dari mengawal aspirasi petani ke Perum Jasa Tirta (PJT), berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, hingga meninjau Bendung Salamdarma bersama lima camat lain yang wilayahnya terdampak kekeringan.

Koordinasi juga dilakukan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, pemerintah pusat, hingga anggota DPR RI. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil berupa penambahan debit air ke wilayah terdampak.

“Setidaknya sekarang sudah ada action dari pemerintah, BBWS Citarum, termasuk berkat adanya campur tangan juga dari Anggota Komisi V DPR RI. Alhamdulillah sekarang ada sedikit perubahan meskipun belum maksimal,” ungkapnya.

Sigit bersyukur hingga kini belum ada laporan lahan sawah di Kecamatan Sukra yang mengalami puso atau gagal panen. Ribuan hektare sawah yang sebelumnya mengering mulai kembali basah sehingga petani dapat melanjutkan proses tanam.

Ia pun berharap hujan segera turun agar kebutuhan air di lahan pertanian bisa segera terpenuhi.

“Yang penting lahan sawah agak becek dan petani bisa tanam saja dulu. Kalau besok atau lusa ada hujan, alhamdulillah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page