INDRAMAYUUPDATE – Sebuah pabrik penggilingan beras di Dusun Karangsinom, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, nyaris ludes dilalap si jago merah pada Rabu (17/6/2026) dini hari. Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan utama pabrik.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh dua petugas keamanan pabrik, Suleman (46) dan Kasum (57), yang melihat kobaran api muncul dari area tumpukan sekam padi di samping bangunan.
“Api awalnya dari tumpukan sekam padi, tiba-tiba saja muncul,” kata Suleman.
Menurutnya, tumpukan sekam yang menggunung membuat api cepat membesar. Bersama pekerja lainnya, mereka sempat berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi sambil menunggu bantuan datang.
Mendapat laporan kejadian, petugas kepolisian dan pemadam kebakaran langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Kapolsek Kandanghaur AKP Joni mengatakan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu oleh panas yang muncul dari dalam tumpukan sekam padi.
“Dugaan sementara bukan karena pembakaran sampah atau sumber api dari luar, tetapi dari hawa panas limbah sekam yang terus menumpuk dan tidak segera diangkut,” ujar Joni.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut diperkuat oleh keterangan salah seorang karyawan pabrik yang menyebut sekam yang menumpuk dalam jumlah besar dapat menghasilkan panas secara alami.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materiil ditaksir sekitar Rp 5 juta.
“Bangunan utama pabrik masih utuh. Yang terbakar hanya bagian teras, sedikit atap luar, serta sejumlah barang yang berada di area luar bangunan,” katanya.
Barang-barang yang dilaporkan hangus terbakar antara lain karung beras, gabah, dan tumpukan sekam hasil penggilingan.
Sementara itu, Kabid Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Indramayu Jajat Wibisono mengatakan satu unit armada pemadam langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah laporan diterima.
Menurut Jajat, proses pemadaman sempat terkendala karena karakteristik sekam yang mudah terbakar dan menyimpan bara api di bagian dalam tumpukan.
“Karena bara api terus muncul dari dalam tumpukan sekam, petugas harus mengurai material tersebut sambil melakukan penyemprotan,” ujarnya.
Petugas bahkan harus tiga kali bolak-balik mengambil pasokan air untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.
Api akhirnya berhasil dipadamkan total sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ini kondisi di lokasi sudah kembali kondusif dan pihak pengelola mulai membersihkan sisa material yang terbakar.






