INDRAMAYUUPDATE – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons masukan dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, terkait program sayembara bagi warga yang menangkap pelaku begal.
Dedi mengawali pernyataannya dengan menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan dan koreksi yang diberikan Yusril. Ia mengaku menghormati pandangan akademis Yusril yang menurutnya memiliki perspektif nasional.
“Pak Yusril, terima kasih Profesor Pak Menko atas berbagai gagasan, koreksi dan mengingatkan saya agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan,” kata Dedi dalam keterangannya.
Menurut Dedi, gagasan pemberian hadiah bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan justru bertujuan mencegah aksi main hakim sendiri yang selama ini kerap terjadi di masyarakat.
Ia menilai praktik penganiayaan terhadap pelaku pencurian sudah berlangsung jauh sebelum wacana sayembara tersebut muncul. Mulai dari pencuri ayam, domba hingga sepeda motor, tak sedikit yang menjadi korban amuk massa hingga meninggal dunia.
“Saya menyampaikan bahwa sayembara ini dilakukan justru untuk mencegah main hakim sendiri. Karena jauh sebelum ada sayembara, main hakim sendiri sudah terjadi,” ujarnya.
Dedi mencontohkan, apabila warga yang kehilangan ternak atau menjadi korban pencurian mengetahui ada penghargaan bagi siapa pun yang menyerahkan pelaku kepada aparat dalam keadaan hidup, potensi aksi balas dendam bisa berkurang.
“Lebih baik diserahkan dalam keadaan hidup kemudian mendapat hadiah sehingga kerugiannya terganti,” katanya.
Dedi mengakui pendekatannya lebih bersifat praktis karena selama ini banyak menangani persoalan langsung di lapangan, berbeda dengan Yusril yang menurutnya memiliki pendekatan akademis.
Meski demikian, ia menegaskan inti persoalan bukan terletak pada perbedaan cara pandang, melainkan bagaimana negara harus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Negara harus hadir dalam setiap peristiwa yang terjadi di masyarakat. Kalau masih ada masyarakat yang menjadi korban begal atau pencurian, itu bukti negara belum hadir,” tegasnya.
Dedi mengajak seluruh pihak bersama-sama memperkuat sistem keamanan agar kehadiran negara dirasakan hingga ke tingkat lingkungan.
Ia juga mengklaim angka kejahatan di Jawa Barat saat ini mulai menunjukkan tren penurunan, termasuk kasus pembegalan.
“Faktanya hari ini kejahatan menurun, pembegalan mulai terus mengalami penurunan,” pungkasnya.





