INDRAMAYUUPDATE – Kehadiran program Sekolah Maung (Manusia Unggul) di Jawa Barat tidak membuat SMAN 2 Indramayu berkecil hati. Sekolah yang berlokasi di Jalan Pahlawan itu justru optimistis mampu bersaing dan terus mencetak prestasi.
Kepala SMAN 2 Indramayu, Erna Setyawati, mengatakan sekolah yang dipimpinnya telah memiliki rekam jejak prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
“Prestasi akademik saja kemarin tahun 2024, juara olimpiade kabupaten itu dari sekolah kita. Bidang matematika. Prestasi non-akademik juga ada, misalnya panjat tebing, atletnya dari sini, dan lain-lain,” kata Erna saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Erna, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas siswa SMAN 2 Indramayu tidak kalah dengan sekolah unggulan lainnya.
“Intinya kami tidak kalah lah dengan Sekolah Maung,” tegasnya.
Ia mengakui Sekolah Maung saat ini memang menjadi magnet bagi para calon siswa dan orang tua. Jargon “Sekolah Manusia Unggul” dinilai memiliki daya tarik kuat sehingga jumlah pendaftarnya membludak pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Di Kabupaten Indramayu, SMAN 1 Sindang menjadi satu-satunya sekolah yang ditetapkan sebagai Sekolah Maung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Berdasarkan hasil seleksi yang diumumkan pada Senin (8/6), dari total 661 pendaftar hanya 384 siswa yang dinyatakan lolos. Sementara 277 siswa lainnya harus menerima kenyataan tidak diterima.
Meski demikian, Erna tetap yakin kualitas pendidikan di SMAN 2 Indramayu mampu bersaing. Menurutnya, kunci utama terletak pada konsistensi penerapan disiplin serta integritas para tenaga pendidik.
“Saya yakin dengan kita menerapkan sistem yang bagus. Artinya kedisiplinan harus bagus, integritas pengajarnya juga harus bagus. Dengan kita tetap konsisten seperti itu, saya yakin kita tidak akan kalah dari Sekolah Maung,” ujarnya.
Optimisme tersebut, lanjut Erna, juga terlihat dari tingginya minat calon siswa yang mendaftar ke SMAN 2 Indramayu pada SPMB tahun ini.
Dari total daya tampung sebanyak 504 siswa, jalur prestasi menjadi jalur yang paling diminati. Bahkan sebelum masa pendaftaran berakhir, kuota jalur prestasi sudah terisi penuh.
Kondisi itu menunjukkan siswa-siswa berprestasi masih menjadikan SMAN 2 Indramayu sebagai salah satu pilihan utama untuk melanjutkan pendidikan.
Meski demikian, Erna meminta para orang tua dan calon siswa yang belum mendaftar agar tidak berkecil hati. Sebab, masih ada sejumlah jalur penerimaan yang kuotanya belum terpenuhi.
“Yang masih kosong itu jalur zonasi. Jalur penyangga juga kita masih kosong karena kita juga ditunjuk sebagai sekolah penyangga untuk wilayah Kecamatan Pasekan,” pungkasnya.






