INDRAMAYUUPDATE – Seorang wanita muda berinisial R, warga Desa Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi korban pembegalan saat pulang kerja. Korban diserang komplotan pria bersenjata tajam di jalur perbatasan Desa Kedokan Agung dan Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokan Bunder, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Pertamina Stasiun Pengumpul Utama A (SPUA) yang dikenal sebagai jalur penghubung antarwilayah. Saat kejadian, korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat usai menyelesaikan sif kerja di sebuah pabrik sepatu di Kecamatan Krangkeng.
Korban memilih melintasi jalan Kaplongan yang biasa digunakan untuk pulang ke rumahnya di Desa Kedokan Bunder. Namun saat melintas di lokasi yang relatif sepi, laju motor korban tiba-tiba dihadang sekelompok pria tak dikenal.
Para pelaku kemudian mengacungkan senjata tajam dan menyabetkannya ke arah korban hingga mengenai lengan kanan. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka dan panik.
Karena ketakutan, korban menghentikan kendaraannya lalu melompat dari sepeda motor dan berlari menuju pos keamanan SPUA sambil berteriak meminta pertolongan.
Melihat korban berlari ke arah petugas keamanan yang sedang berjaga, para pelaku langsung membawa kabur sepeda motor milik korban ke arah Desa Kaplongan.
Kapolsek Kedokan Bunder, IPDA Eryana, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, polisi menerima laporan dari petugas keamanan SPUA terkait aksi pencurian dengan kekerasan yang terjadi di lokasi tersebut.
“Memang benar, kami menerima laporan dari security SPUA telah terjadi curat atau pencurian dengan kekerasan yang berlokasi di SPUA Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder pada pukul 18.30 WIB,” kata Eryana saat dikonfirmasi.
Polisi kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku. Tim Reskrim Polsek Kedokan Bunder bersama Tekab Polres Indramayu diterjunkan guna memburu komplotan begal tersebut.
“Kami bersama anggota Reskrim dan Tekab Polres Indramayu akan menyelidiki kasus ini, sambil mengumpulkan bukti dari rekaman CCTV milik warga di sekitar rute pelarian serta memeriksa saksi-saksi yang ada. Saya berharap pihak korban juga segera membuat laporan resmi guna proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.






