PMI Asal Indramayu yang Meninggal Saat Selamatkan Rekan Tenggelam di Korsel Tiba di Kampung Halaman

INDRAMAYUUPDATE – Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Darwita (31), telah dipulangkan ke tanah air setelah meninggal dunia dalam kecelakaan kerja di Busan, Korea Selatan.

Berdasarkan laporan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Korea Selatan, Darwita meninggal dunia setelah terjatuh ke laut saat berusaha menyelamatkan rekan kerjanya yang tenggelam.

Pemulangan jenazah difasilitasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Jenazah tiba di rumah duka di Desa Cantigi Wetan, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 23.15 WIB.

“Iya benar,” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu, Asep Kurniawan, saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026).

KP2MI bergerak cepat setelah menerima laporan resmi dari KBRI Korea Selatan dengan mengurus proses pemulangan jenazah sekaligus memastikan hak-hak keluarga almarhum terpenuhi.

Jenazah Darwita diketahui tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (28/5/2026) pukul 15.45 WIB. Selanjutnya jenazah diberangkatkan menuju Indramayu melalui jalur darat pada pukul 17.30 WIB dan tiba di rumah duka sekitar pukul 23.15 WIB.

Selain memfasilitasi pemulangan, KP2MI juga menyerahkan bantuan uang duka sebesar Rp 20 juta kepada istri almarhum selaku ahli waris.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, Singgih Hermawan, mengatakan pendampingan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada PMI.

“Sebagai komitmen memberikan pelayanan terbaik, BP3MI Jawa Barat selalu siap siaga hadir memberikan pelindungan kepada Pekerja Migran Indonesia, termasuk pada momen Hari Raya Iduladha,” ujar Singgih dalam keterangannya.

Pada hari yang sama, KP2MI melalui BP3MI Jawa Barat juga memfasilitasi pemulangan jenazah PMI asal Indramayu lainnya, yakni Roni, warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, yang meninggal dunia di Taiwan.

Menurut Singgih, baik Darwita maupun Roni bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK), masing-masing di Korea Selatan dan Taiwan.

Jenazah Roni diterbangkan dari Taiwan menggunakan pesawat Cathay Pacific dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 14.25 WIB. Selanjutnya jenazah dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Dadap dengan fasilitasi dari P3MI PT Muara Mas Global.

“Selanjutnya, petugas BP3MI Jawa Barat melakukan serah terima jenazah Roni kepada pihak keluarga yang disaksikan perangkat Desa Dadap, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, serta perwakilan PT Muara Mas Global,” kata Singgih.

Sementara itu, Pengantar Kerja Ahli Pertama BP3MI Jawa Barat, Ali Imron, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya kedua PMI asal Indramayu tersebut.

“Kami ucapkan duka cita yang mendalam atas wafatnya pejuang devisa negara asal Kabupaten Indramayu. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dan ketabahan,” ujar Ali.

Pihak keluarga pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah hingga tiba di rumah duka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *