INDRAMAYUUPDATE – Pendidikan berlalu lintas dalam waktu dekat bakal menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran di sekolah-sekolah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Satlantas Polres Indramayu dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu.
Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat mengatakan, program tersebut akan diterapkan secara bertahap mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Program ini rencananya bakal diterapkan secara bertahap mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP di seluruh Kabupaten Indramayu,” kata Undang, Jumat (12/6/2026).
Menurut Undang, pendidikan lalu lintas sejak usia dini menjadi langkah penting untuk membentuk karakter pelajar yang disiplin dan sadar akan keselamatan di jalan raya. Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat menjadi upaya jangka panjang dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Ia menilai budaya tertib berlalu lintas tidak bisa dibangun secara instan, melainkan melalui proses edukasi yang berkelanjutan sejak anak berada di bangku sekolah.
“Melalui integrasi kurikulum lalu lintas ini, kami berharap anak-anak sejak dini dapat memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.
Undang menjelaskan, materi yang tengah disusun tidak hanya membahas rambu-rambu lalu lintas. Para siswa juga akan mendapatkan pemahaman mengenai etika berkendara yang aman, keselamatan di jalan raya, hingga pentingnya menghormati hak sesama pengguna jalan.
“Langkah nyata ini diharapkan mampu menciptakan generasi baru di Indramayu yang lebih sadar hukum dan memiliki budaya tertib berlalu lintas yang tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Indramayu Caridin menyambut baik rencana penerapan kurikulum pendidikan lalu lintas tersebut. Pihaknya menyatakan siap mendukung penuh agar program dapat segera direalisasikan.
Sebagai tahap awal, Disdikbud akan melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah di Kabupaten Indramayu terkait kerja sama tersebut.
“Menurut kami ini adalah sesuatu yang sangat bagus dan kami pun berkomitmen agar kurikulum ini bisa segera direalisasikan,” kata Caridin.
Dengan adanya program ini, pendidikan lalu lintas diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan tambahan bagi pelajar, tetapi juga mampu membentuk budaya disiplin dan keselamatan berlalu lintas sejak dini di lingkungan masyarakat.






