Momen Saat Helikopter Mendarat di Sukra Indramayu, Ternyata Bawa Investor Lintas Negara Berniat untuk Tanamkan Investasi

INDRAMAYUUPDATE – Warga Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dibuat heboh dengan mendaratnya sebuah helikopter di lapangan desa setempat.

Bukan tanpa alasan, helikopter tersebut membawa rombongan konsorsium investor asing yang datang untuk melihat potensi lahan yang akan dikembangkan menjadi kawasan industri.

Camat Sukra Sigit Widiyanto membenarkan adanya kunjungan investor tersebut. Dia menyebut, rombongan investor berasal dari sejumlah negara dan wilayah, seperti Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan.

“Helikopter itu membawa rombongan investor, ada dari Tiongkok, Hongkong, Taiwan,” kata Sigit saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Menurut Sigit, para investor tersebut datang dengan ketertarikan untuk menanamkan modal di Kabupaten Indramayu, khususnya di wilayah Kecamatan Sukra.

Pihak kecamatan pun menyambut kedatangan rombongan tersebut dengan mengajak mereka melihat langsung sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan industri.

Sigit menilai, kedatangan investor asing tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Kabupaten Indramayu.

“Ini tentu menjadi sinyal positif bahwa Indramayu memiliki nilai jual dan potensi investasi yang menjanjikan,” ujarnya.

Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti jenis industri yang akan dibangun. Para investor masih dalam tahap penjajakan dan melihat sejumlah lokasi.

Salah satu kriteria lahan yang mereka cari adalah lokasi yang berada dekat dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) serta gardu listrik PLN.

“Mereka inginnya (lahan) yang dekat dengan gardu, karena berkaitan dengan kemudahan akses sambungan listrik. Adapun untuk peruntukan perusahaannya apa, saya belum menanyakan sampai ke situ karena mereka baru sebatas melihat lokasi,” jelas Sigit.

Sigit mengatakan, pengembangan kawasan industri menjadi salah satu target Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim.

Kecamatan Sukra sendiri termasuk wilayah yang diperuntukkan bagi pengembangan industri.

Potensi lahan yang tersedia juga masih cukup luas. Dari sekitar 2.100 hektare lahan yang disiapkan, baru sekitar 700 hektare yang telah tergarap.

“Artinya, masih ada ribuan hektare lahan potensial yang siap dikembangkan oleh para penanam modal,” kata Sigit.

Dia berharap minat investor asing tersebut dapat berlanjut hingga tahap realisasi investasi.

Sebab, menurutnya, masuknya investasi skala besar tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar.

Sigit menyebut setidaknya ada sejumlah manfaat yang bisa dirasakan masyarakat jika kawasan industri tersebut benar-benar terbangun.

Pertama, pemilik lahan berpotensi mendapatkan keuntungan dari penjualan tanah. Kedua, keberadaan kawasan industri dapat mendorong tumbuhnya pelaku usaha lokal di sekitar kawasan.

Ketiga, investasi tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indramayu.

“Warga Indramayu tidak perlu lagi merantau jauh karena kebijakan yang pemerintah buat itu, kita ingin untuk penyerapan tenaga kerja ini harus memprioritaskan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Sigit bahkan mengaitkan terbukanya lapangan pekerjaan dengan upaya mengatasi sejumlah persoalan sosial di Indramayu.

Salah satunya fenomena penyapu koin di Jembatan Sewo, yang berada di jalur Pantura perbatasan Indramayu dan Subang.

Selama ini, aktivitas tersebut dilakukan sejumlah warga sebagai salah satu cara mencari penghasilan. Namun, keberadaan mereka di tengah jalur kendaraan juga berpotensi membahayakan keselamatan.

Menurut Sigit, jika lapangan pekerjaan tersedia secara luas, masyarakat akan memiliki alternatif penghasilan yang lebih aman dan layak.

“Selama ini kan salah satu alasannya mereka (penyapu koin) karena lapangan pekerjaan tidak ada. Dengan berdirinya pabrik, masyarakat, termasuk ibu-ibu, bisa bekerja dengan aman dan layak. Ngapain nunggu koin di jalan kalau ada pekerjaan tetap,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page