Mobil Kontainer Muatan Sepatu Export Dibobol Maling di Jalur Pantura Indramayu, Polisi Selidiki

INDRAMAYUUPDATE – Sebuah mobil kontainer yang diduga bermuatan sepatu export dibobol kawanan maling di Jalur Pantura, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Peristiwa pembobolan tersebut tepatnya terjadi di dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sukra pada Jumat (10/7/2026) dini hari tadi.

Kasus ini pun sempat ramai beredar di media sosial. Saat ini, tim gabungan dari Polsek Sukra dan Satreskrim Polres Indramayu pun diketahui tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu para pelaku.

Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu laporan tersebut diterima.

“Begitu kami menerima laporan kami langsung melakukan olah TKP dan saat ini, saksi-saksi sedang diperiksa semua. Untuk mengungkap perkara ini kami juga melakukan koordinasi dengan Resmob Polres Indramayu,” kata Andi saat dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi awal dari keterangan sang sopir, aksi pencurian tersebut diketahui bermula ketika sopir yang mengemudikan mobil kontainer dengan nopol B 9357 UMY tersebut berangkat dari Cirebon menuju arah Jakarta sekitar pukul 21.00 WIB.

Setibanya di wilayah Jalur Pantura Sukra sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, sopir merasa lelah dan mengantuk.

Ia kemudian memutuskan untuk menepikan kendaraannya di bahu jalan untuk beristirahat dan tidur di dalam kabin mobil.

Sopir baru menyadari mobil kontainer yang dibawanya telah dibobol maling saat terbangun di pagi hari.

“Pas pagi bangun, biasa sopir keliling cek kendaraan dan ternyata lihat pintunya sudah terbuka,” kata Andi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memastikan total kerugian materiel yang dialami akibat insiden tersebut.

Namun, berdasarkan laporan sementara dari sang sopir, setidaknya ada 17 dus barang yang raib dari dalam muatan kontainer.

Polisi juga masih melakukan verifikasi mengenai isi pasti dan jumlah dari belasan dus yang hilang tersebut.

“Kami juga belum tahu isi kardus itu apakah sepatu atau apa dan isinya ada berapa, kami belum bisa memastikan karena kan itu ada di dalam dus,” kata Andi.

Meski demikian, Andi menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh dan akan berupaya maksimal mengungkap kasus pencurian ini.

Ia juga membuka ruang bagi masyarakat atau saksi mata yang mengetahui saat peristiwa pencurian tersebut berlangsung untuk dapat memberikan informasi kepada polisi demi mempercepat proses penyelidikan.

“Barangkali ada masyarakat yang mengetahui kejadian itu, kami juga berharap bisa memberikan informasi kepada kami untuk mempercepat proses penyelidikan. Namun yang pasti akan berupaya maksimal untuk mengungkap kasus ini,” pungkas Andi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page