Misi Pemerintah Hidupkan Lagi Wisata Gunung Karang Majalengka

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Upaya untuk membangkitkan lagi pesona wisata Gunung Karang yang berlokasi di Kelurahan Babakanjawa, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai digaungkan secara serius oleh pemerintah.

Pemerintah Kecamatan Majalengka pun sudah menyiapkan sejumlah konsep yang diyakini dapat menarik kunjungan wisatawan ke lokasi wisata yang berada di wilayah selatan Kecamatan Majalengka tersebut.

Camat Majalengka, Aay Kandar Nurdiansyah mengungkapkan, salah satunya adalah dengan mengadakan berbagai event atau acara yang menarik di Gunung Karang.

“Jadi nanti kita berusaha membuat event yang bisa memantik kembali wisata ini bangkit, dikunjungi lagi oleh masyarakat, menjadi media hiburan bagi masyarakat,” kata Aay di kantornya, Rabu (19/8/2026).

Sebagai langkah awal, diceritakan Aay, pada momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 kemarin, pihaknya sengaja secara khusus menjadikan wisata Gunung Karang sebagai lokasi upacara.

Pemilihan lokasi tersebut pun bukan tanpa alasan. Aay sengaja ingin peringatan hari kemerdekaan sebagai pemantik kembali bergairahnya wisata Gunung Karang.

Upacara tersebut pun sebagai sarana untuk memperkenalkan kembali potensi Gunung Karang kepada masyarakat luas.

“Upacara formal utamanya memang dilakukan di GGM. Kegiatan di sini (Gunung Karang) merupakan semacam seremoni sekaligus penanda pembukaan kembali kawasan ini,” terang Aay.

Menurut Aay, Gunung Karang bukan sekadar tempat wisata biasa. Kawasan ini menyimpan potensi alam luar biasa yang busa dikembangkan menjadi destinasi baru.

Di antaranya Curug Cimeong, Gunung Balai, dan Puncak Karang Bentang.

Gunung Balai dinilai sangat potensial untuk dijadikan destinasi wisata edukasi geologi karena memiliki struktur batuan purba yang unik.

“Iya itu bisa menjadi wisata edukasi karena struktur batuannya mirip dengan Gunung Padang yang ada di Cianjur,” jelasnya.

Sementara, Puncak Karang Bentang bisa dijadikan sebagai area camping. Dari titik ini, wisatawan akan disuguhkan pemandangan indah kota Majalengka dari ketinggian.

Tak berhenti di situ, Aay juga berencana akan membuat jalur tracking atau hiking dari Gunung Balay menuju Gunung Karang, guna menghubungkan dua destinasi ini.

Termasuk membuka wisata minat khusus berupa wisata geologi yang juga sudah masuk ke dalam rancangan perencanaan.

“Rencananya kita mau bikin paket wisata di sana. Jadi, nanti wisatawan yang berkunjung bisa menikmati beberapa destinasi wisata sekaligus,” kata Aay.

Pada kesempatan itu, pemerintah Kecamatan Majalengka juga turut mengungkapkan rencana besarnya untuk mengintegrasikan kawasan tersebut dengan sejumlah destinasi wisata lain di wilayah Sidamukti, seperti paralayang di Gunung Panten, Curug Sempong, hingga wisata rafting.

Konsepnya, wisatawan cukup membayar satu tiket saja untuk dapat mengakses seluruh destinasi yang ada.

“Saya ingin ada kesepakatan, wisatawan cukup membayar satu kali, tapi mereka bisa mengunjungi berbagai wisata tersebut. Mulai dari paralayang di Gunung Panten, Curug Sempong, rafting di Gigili, wisata geologi Gunung Karang, jalur downhill, atau sekadar ngopi di Batu Pantun,” jelasnya.

Untuk tarif wisata sendiri, Aay akan mengupayakan agar tarifnya tetap terjangkau. Hal ini sekaligus bentuk evaluasi soal harga tiket yang dinilai cukup mahal dan sempat dikeluhkan oleh wisatawan sebelumnya.

“Untuk tiket kita usahakan semurah mungkin biar bisa terjangkau dan menjadi hiburan buat semua kalangan masyarakat,” ucapnya.

Pengelolaan wisata ini juga dipastikan akan melibatkan masyarakat sekitar demi menggerakkan roda ekonomi lokal.

Lebih lanjut, Aay tidak menampik ada banyak sekali konsep yang bisa dikembangkan untuk destinasi wisata satu ini.

Selain yang sudah ia jelaskan sebelumnya, wisata Gunung Karang juga bisa dikembangkan lebih lanjut lagi, salah satunya untuk destinasi wisata air.

Ia mengatakan, dari laporan pengelola, mereka menemukan mata air dengan debit yang cukup besar di kawasan tersebut.

Potensi ini tentunya bisa dikembangkan, misalnya dijadikan kolam berenang atau taman bermain air, pemerintah kecamatan pun akan mencoba melakukan kajian lebih lanjut untuk pengembangan wisata ke depannya.

“Di sana ditemukan sebuah mata air yang debit airnya besar. Mudah-mudahan bisa dibuat semacam kolam renang lah atau taman bermain air buat anak-anak,” katanya.

Sebelum dibuka untuk umum, pihak kecamatan, disampaikan Aay, telah menjajal langsung area camping di Gunung Karang.

Rencananya, pekan depan pemerintah juga akan menggandeng komunitas sepeda untuk melakukan camping serupa sekaligus upaya untuk meminta testimoni langsung soal wisata potensial satu ini.

“Rencananya, minggu depan kita agendakan camping dengan komunitas sepeda setelah acara pagelaran seni dan budaya,” jelasnya.

Rencana menghidupkan lagi wisata ini turut mendapat dukungan dari Anggota Komisi I DPRD Majalengka, M Taufan Rizaldi.

Ia menilai Gunung Karang memiliki nilai historis dan kultural yang kuat, salah satunya karena berada dalam satu kawasan dengan tempat pelaksanaan adat masyarakat seperti upacara Seren Taun.

“Secara pribadi saya sangat setuju, apalagi saya lahir dan besar di Babakanjawa,” ungkap Taufan.

Sebagai bentuk dukungan, Taufan berkomitmen mendorong perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata dan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Majalengka.

“Insya Allah akan ada pengecoran dan pengaspalan (hotmix) di beberapa titik. Seharusnya proyek itu berjalan pada Juli lalu, tetapi terpaksa diundur karena proses lelang sempat mengalami kegagalan,” pungkas Taufan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page