Lucky Hakim Targetkan 2.200 Rumah Tak Layak Huni di Indramayu Rampung Tahun Ini

INDRAMAYUUPDATE — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu terus mempercepat program peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Tahun ini, Pemkab Indramayu menargetkan sebanyak 2.200 rumah tidak layak huni dapat direnovasi menjadi hunian yang lebih aman dan layak ditempati.

Program tersebut didukung melalui kolaborasi pembiayaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu, APBD Provinsi Jawa Barat, serta APBN.

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak.

“Jadi insyaallah Indramayu ada 2.200 rumah yang tadinya tidak layak huni dibedah menjadi layak,” kata Lucky, Rabu (12/8/2026).

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Lucky turun langsung meninjau kondisi rumah warga penerima manfaat. Salah satunya rumah Rusnita, seorang warga lanjut usia di Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener.

Kondisi rumah Rusnita terlihat memprihatinkan. Sejumlah bagian dinding sudah tidak utuh, sementara lapisan plester banyak yang terkelupas hingga susunan bata terlihat jelas.

Rumah tersebut juga masih berlantai tanah. Bagian atas rumah belum memiliki plafon sehingga bagian dalam rumah langsung berbatasan dengan atap genteng.

Kondisi kamar mandi pun cukup memprihatinkan karena tidak dilengkapi pintu.

Lucky juga mengaku prihatin saat melihat tempat tidur yang selama ini digunakan Rusnita untuk beristirahat. Kondisinya tampak kumuh dan jauh dari standar hunian yang layak.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 juta untuk setiap rumah melalui program Rutilahu.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa perbaikan fisik bangunan. Dinas Sosial dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Indramayu turut memberikan bantuan berupa kasur layak pakai dan paket sembako kepada Rusnita.

Di lokasi, Lucky langsung meminta jajarannya agar renovasi rumah Rusnita segera dilakukan.

“Hari ini barang-barang (kasur) akan datang, nanti dalam waktu dekat rumahnya juga kita benerin ya, Bu,” ujar Lucky kepada Rusnita.

Lucky berharap program Rutilahu dapat terus membantu masyarakat sehingga ke depan semakin sedikit warga Indramayu yang harus tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak.

Menurutnya, rumah yang aman dan nyaman merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Ia juga berpesan kepada para penerima bantuan agar menjaga dan merawat rumah setelah proses rehabilitasi selesai.

“Semoga bermanfaat. Nanti kalau sudah jadi, rumahnya dirawat dengan baik,” pesannya.

Sementara itu, Rusnita tak dapat menyembunyikan rasa haru setelah menerima bantuan tersebut. Ia mengaku renovasi rumah telah menjadi cita-citanya sejak lama.

Namun, keterbatasan ekonomi membuatnya tidak mampu memperbaiki rumah dan harus bertahan tinggal di hunian seadanya selama bertahun-tahun.

“Alhamdulillah, semoga berkah. Terima kasih bantuannya,” ucap Rusnita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page