INDRAMAYUUPDATE – Kecelakaan maut melibatkan mobil pikap pengangkut rombongan pengantar pengantin dan dua truk terjadi di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Minggu (12/7/2026), menewaskan 10 orang.
Rombongan tersebut diketahui merupakan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Mereka baru saja mengantar pengantin ke wilayah Kecamatan Kandanghaur dan hendak kembali ke kampung halaman.
Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat mengatakan kecelakaan bermula saat mobil pikap mencoba berputar arah di kawasan u-turn Desa Kiajaran Kulon.
“Rombongan hendak pulang ke Lelea setelah mengantar pengantin. Saat mencoba berputar arah di kawasan Kiajaran, kecelakaan terjadi,” kata Undang kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, pikap terlebih dahulu ditabrak dari belakang oleh truk wing box yang melaju searah. Benturan keras membuat pikap terdorong ke jalur berlawanan.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk los bak yang kemudian menghantam pikap tersebut.
“Awalnya ada tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya.
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Namun, tujuh korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.
“Tujuh orang meninggal di rumah sakit, sehingga total korban meninggal menjadi 10 orang,” ungkap Undang.
Selain korban meninggal, dua orang mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif. Sementara enam korban lainnya mengalami luka ringan. Total korban dalam kecelakaan itu mencapai 18 orang.
Sopir truk wing box, Deden Ibad, mengaku tidak sempat menghindari tabrakan. Menurutnya, pikap di depannya mendadak berhenti saat hendak berputar arah.
“Kondisi mobil di depan saya itu mendadak berhenti saat akan manuver belok ke arah kanan,” ujar Deden.
Setelah tertabrak truk yang dikemudikannya, pikap terdorong ke jalur berlawanan hingga kembali dihantam truk lain.
“Saya tidak tega melihat kondisi korban yang berjatuhan di jalan setelah kejadian,” katanya.
Ketua RT 13 Blok Cemeti Desa Cempeh, Rawid, membenarkan seluruh rombongan yang menjadi korban merupakan warganya.
“Itu semua warga saya. Informasinya mereka habis mengantar pengantin di Desa Parean, Kandanghaur,” kata Rawid.
Ia mengatakan sopir pikap, Warkidi, termasuk di antara korban meninggal dunia. Korban lainnya juga terdapat anak-anak hingga balita.
Rawid menyebut tujuh jenazah warga Blok Cemeti telah tiba di rumah duka dan dijadwalkan dimakamkan pada Senin (13/7/2026).
Sementara itu, Polres Indramayu masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Polisi berencana melibatkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Polda Jawa Barat untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.






