INDRAMAYUUPDATE – Identitas perempuan yang ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi Desa Tawangsari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Castiri (65), yang sebelumnya dilaporkan hilang selama empat hari.
Anak korban, Cuci Susilawati, mengatakan ibunya sempat berpamitan ingin mengunjungi rumahnya di Desa Pranggong untuk menemui cucu. Namun, korban diduga pergi seorang diri tanpa memberi tahu anggota keluarga lainnya.
“Katanya mau ke sini nengokin cucu. Waktu itu anak saya sempat ke rumah adik, lalu pulang lagi dan bilang almarhumah ingin ke sini. Kayaknya almarhumah pergi begitu saja, nggak bilang-bilang,” kata Cuci saat ditemui di rumahnya, Senin (29/6/2026).
Menurut Cuci, sang ibu mengidap penyakit saraf dan memiliki kebiasaan berjalan-jalan sendirian. Korban juga disebut kerap terjatuh saat berjalan.
“Orangnya memang nggak bisa diam. Kalau disuruh diam malah marah, maunya jalan-jalan terus,” ujarnya.
Keluarga menduga Castiri terjatuh ke saluran irigasi saat dalam perjalanan menuju rumah anaknya. Dugaan itu diperkuat karena korban sebelumnya memang beberapa kali terjatuh ketika berjalan, namun biasanya segera ditolong keluarga.
“Iya, sering pergi-pergian. Biasanya cucunya nyusul karena sering jatuh di jalan,” tambahnya.
Cuci mengaku semula tidak menyangka mayat yang ditemukan warga merupakan ibunya. Meski kondisi jenazah telah membusuk, keluarga masih mengenali korban dari pakaian yang dikenakan, yakni kaus merah bermotif bunga dan celana hijau.
Pihak keluarga menerima kematian Castiri sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Kami sudah menerima, mungkin ini takdir dari Allah SWT. Kami dari keluarga menolak dilakukan autopsi,” ucap Cuci.
Sementara itu, Kapolsek Arahan AKP Sutrisno mengatakan jenazah pertama kali ditemukan warga pada Minggu (28/6) sekitar pukul 13.00 WIB. Seorang warga bernama Iin (40) melihat sesosok tubuh telungkup di saluran irigasi lalu melaporkannya kepada perangkat desa dan polisi.
“Saat anggota tiba di lokasi, benar ditemukan seorang perempuan dalam keadaan telungkup mengenakan kaus merah bercorak bunga dan celana hijau, sudah dalam kondisi meninggal dunia,” kata Sutrisno.
Polisi kemudian mengevakuasi jenazah dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Penemuan mayat tersebut sempat menggegerkan warga yang berkerumun di sekitar lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi.






