INDRAMAYUUPDATE – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di Blok Lapang Bola, Desa Cadangpinggan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dua anak pemilik rumah nyaris terjebak dalam kobaran api saat sedang tertidur.
Kebakaran terjadi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 11.55 WIB. Rumah tersebut diketahui milik warga bernama Kunariyah.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan saat kebakaran terjadi, Kunariyah sedang berada di sawah. Sementara itu, kedua anaknya berada di dalam rumah dan sedang tertidur.
“Saat kejadian, penghuni rumah yakni sang ibu sedang berada di sawah. Di dalam rumah hanya ada kedua anaknya yang sedang tertidur,” kata Jajat kepada detikJabar.
Kedua anak tersebut kemudian terbangun setelah merasakan hawa panas dari kobaran api. Mereka pun berusaha menyelamatkan diri dari rumah yang dalam kondisi terkunci.
“Anaknya satu sudah SMA, terus adiknya masih SD. Mereka lagi tidur, makanya rumah dikunci dari luar sama orang tuanya,” ujarnya.
Dalam kondisi panik, keduanya kemudian menjebol jendela kamar. Mereka lalu melompat keluar untuk menyelamatkan diri.
Beruntung, kedua anak tersebut berhasil keluar dari rumah dan selamat dari kebakaran.
“Untungnya bisa menyelamatkan diri. Alhamdulillah tidak sampai ada korban jiwa,” ungkap Jajat.
Petugas Damkar yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi. Saat tiba, api sudah membakar seisi rumah.
Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman dan penanggulangan agar api tidak semakin meluas.
Setelah berjibaku sekitar 2,5 jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api. Pada sekitar pukul 14.30 WIB, api dinyatakan sudah tidak muncul lagi.
“Alhamdulillah pukul 14.30 WIB api sudah tidak muncul lagi,” kata Jajat.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material cukup besar. Seluruh isi rumah dilaporkan hangus terbakar.
Sejumlah barang berharga turut menjadi korban, termasuk dua unit sepeda motor, seluruh perabotan rumah, hingga uang arisan sekitar Rp 10 juta.
“Kerugian kurang lebih ditaksir Rp 300 juta. Termasuk uang arisan itu, jadi ceritanya besok mau dibagikan, tapi ternyata terjadi kebakaran,” jelasnya.
Jajat mengatakan pemilik rumah sempat histeris setelah mengetahui rumah dan barang-barangnya ludes terbakar. Petugas kemudian membantu menenangkan korban.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api.
Berdasarkan keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat berasal dari bagian belakang rumah.
“Masih dalam penyelidikan, soalnya saksi juga tidak tahu pasti penyebab kebakaran. Namun yang pasti api itu berasal dari belakang rumah,” pungkas Jajat.






