Dedi Mulyadi dan Lucky Hakim Turun Tangan Pulihkan 11 Rumah Nelayan Eretan Indramayu yang Ludes Terbakar

Sebanyak 11 kepala keluarga terdampak kebakaran di Eretan Wetan, Indramayu. Pemprov Jabar dan Pemkab Indramayu bergerak mempercepat pemulihan rumah korban.

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Sebanyak 11 rumah nelayan di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, ludes terbakar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Indramayu turun tangan untuk membantu pemulihan tempat tinggal para korban.

Kebakaran terjadi pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, 11 kepala keluarga terdampak dan kehilangan tempat tinggal.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan bantuan untuk pembangunan kembali rumah korban segera diproses. Hal itu disampaikannya melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.

Dedi menerima laporan mengenai kondisi para korban dari Anggota DPRD Jawa Barat Dapil 12, Hilal Hilmawan.

“Kita bereskan segera,” tulis Dedi dalam unggahannya, dikutip Kamis (17/9/2026).

Dedi kemudian menginstruksikan agar bantuan perbaikan rumah segera diproses. Setiap rumah korban akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 40 juta.

“Ya sudah kita segera luncurkan bantuan senilai Rp 40 juta per rumah. Nanti minggu depan sudah bisa turun, koordinasikan dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Barat. Data-datanya kirimin dan segera berproses,” ujar Dedi.

Lucky Hakim Pastikan Pemulihan Berjalan

Di sisi lain, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan dirinya telah meninjau langsung lokasi kebakaran pada pagi setelah kejadian.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi para korban sekaligus memastikan penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski beberapa warga mengalami luka ringan saat berupaya menyelamatkan diri,” kata Lucky.

Pasca-kebakaran, BPBD Kabupaten Indramayu mendirikan posko darurat. Bantuan logistik dari pemerintah maupun masyarakat juga mulai disalurkan kepada para korban.

Pemkab Indramayu turut membantu pengurusan kembali dokumen penting milik korban, mulai dari KTP, kartu keluarga (KK), hingga ijazah. Pengurusan tersebut dilakukan secara gratis.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memenuhi kebutuhan anak-anak korban, termasuk seragam dan perlengkapan sekolah.

Untuk pembangunan kembali rumah, Pemkab Indramayu menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mengupayakan bantuan material bangunan.

Pembangunan awal akan difokuskan pada kebutuhan dasar seperti dinding, atap, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Mungkin kalau dibangun seperti semula enggak cukup, tapi saya usahakan bersama Pak Sekda, tolong sama BAZNAS. Kalau menunggu Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) kan enggak keburu,” ujar Lucky.

Lucky meminta pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat sekitar agar proses pemulihan bisa berlangsung lebih cepat.

Pemkab menargetkan penanganan awal terhadap rumah korban dapat direalisasikan dalam waktu satu hingga dua minggu.

Warga Nelayan Minta Bantuan

Ketua RW 01 Blok Prempu, Desa Eretan Wetan, Aman, menyambut baik perhatian pemerintah terhadap para korban.

Dia mengatakan seluruh korban merupakan masyarakat nelayan yang membutuhkan bantuan untuk kembali memiliki tempat tinggal.

“Penghuni atau orang-orang yang kena korban adalah orang-orang kecil, masyarakat nelayan. Jadi mohon kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu, bantulah warga kami yang kena musibah kebakaran,” kata Aman.

Api Diduga Akibat Korsleting

Kapolsek Kandanghaur AKP Joni mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Api diduga kuat berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga.

Menurutnya, api muncul tak lama setelah aliran listrik yang sebelumnya padam kembali menyala.

“Api pertama kali muncul dari rumah warga bernama Kadini dan dengan cepat merambat ke 10 rumah nelayan lainnya,” jelas Joni.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 miliar.

“Kerugian materiil yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut ditaksir mencapai kurang lebih Rp 1 miliar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page