Bisnis  

IDTC Indramayu Jadi Tempat Belajar Pengeboran Migas, Peserta Mahasiswa dari Berbagai Daerah Hingga Papua Ikut Pelatihan

INDRAMAYUUPDATE – Suasana berbeda terlihat di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) milik PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) di Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu. Tempat pelatihan pengeboran migas itu dipenuhi mahasiswa dari berbagai daerah yang ingin belajar langsung proses pengeboran minyak dan gas bumi.

Salah satunya adalah Taip Gegetu (23), mahasiswa Teknik Kimia semester akhir Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Papua. Ia tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan kunjungan edukatif di IDTC, Minggu (24/5/2026).

“Rasanya menyenangkan, saya dapat pengalaman yang berharga menurut saya dan di sini juga saya belajar tentang profesionalitas dalam bekerja,” kata Taip.

Taip mengaku langsung mendaftar secara online begitu mengetahui adanya kesempatan kunjungan ke IDTC. Dari banyaknya pendaftar, ia menjadi satu-satunya perwakilan kampusnya yang lolos mengikuti program tersebut.

Kesempatan itu tak ingin disia-siakan. Sebab, Taip memiliki cita-cita untuk berkarier di industri migas setelah menyelesaikan kuliahnya.

Ia mengaku termotivasi dari sang bibi yang bekerja di perusahaan energi multinasional British Petroleum.

“Untuk kerja, tergantung ke depannya saya berkembang. Tapi kalau tujuan saya itu, saya juga ingin bisa bergabung dengan Pertamina Drilling,” ujarnya.

Melalui kunjungan tersebut, Taip mulai memahami proses panjang bagaimana sumber energi diambil dari perut bumi hingga nantinya diolah menjadi berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM).

Tak hanya itu, teknologi pengeboran yang digunakan Pertamina Drilling juga membuatnya kagum. Menurutnya, mesin-mesin besar hingga simulator pengeboran di IDTC terlihat sangat modern dan canggih.

“Ini pengalaman baru buat saya, sebelum-sebelumnya saya tidak tahu, tapi di Drilling ini saya jadi tahu bagaimana minyak disedot dari perut bumi,” kata Taip.

Sementara itu, Manager IDTC, Chair Rony menjelaskan, IDTC merupakan pusat pelatihan dan sertifikasi pengeboran migas milik PT Pertamina Drilling Service Indonesia yang sudah berdiri sejak 2007.

Namun sejak 2024, IDTC mulai membuka kesempatan bagi pihak eksternal seperti mahasiswa, pelajar hingga peserta dari luar negeri untuk ikut belajar di sana.

“Dan juga kami di sini semacam vokasi ya kalau di dunia pendidikan, jadi kita punya sekolah pengeboran. Ini dikhususkan untuk teman-teman yang baru lulus dari sekolahnya, kami didik selama beberapa bulan, ada yang program 6 bulan sampai 1 tahun,” kata Rony.

Menurutnya, peserta terbaik dari sekolah pengeboran tersebut berpeluang direkrut menjadi pekerja di PT Pertamina Drilling Service Indonesia.

“Nanti setelah lulus sekolah pengeboran, peserta-peserta terbaiknya bisa kita angkat untuk dipekerjakan di PT Pertamina Drilling Service Indonesia. Ini adalah salah satu strategi kami untuk memenuhi tenaga kerja,” ujarnya.

Rony mengatakan, kunjungan edukatif ke IDTC bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, pelajar tingkat SD hingga SMA juga pernah datang untuk belajar mengenal industri migas. Bahkan, peserta dari luar negeri seperti Tanzania, Namibia dan Timor Leste juga pernah mengikuti pelatihan di sana.

“Mereka ikut belajar di sini, tapi materinya kami bedanya sesuai jenjangnya, seperti SD kita lebih ke pengenalan yang mudah dipahami, kalau tingkatan mahasiswa kami beri pemaparan yang profesional seputar dunia kerja di industri pengeboran migas,” kata dia.

Sebagai pusat pelatihan, IDTC didesain menyerupai lokasi pengeboran migas asli. Lokasinya pun berada di tengah area persawahan jauh dari permukiman warga.

Peserta pelatihan akan tinggal di dalam kontainer dan belajar langsung mengoperasikan rig pengeboran asli. Sebelum praktik lapangan, mereka terlebih dahulu berlatih menggunakan simulator pengeboran yang dibuat semirip mungkin dengan kondisi nyata.

“Pada intinya, yang kami lakukan di IDTC ini kita melakukan pelatihan baik untuk mempersiapkan pekerja kami yang sifatnya upskilling maupun refreshment agar mereka bisa bekerja dengan baik di lapangan,” pungkas Rony.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *