INDRAMAYU – Sebuah video pernyataan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Indramayu, Prof. Dr. Ahmad Junaidi, viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia menyampaikan sikap tegas terkait jalannya persidangan kasus pembunuhan satu keluarga yang tengah berlangsung.
Dalam rekaman berdurasi kurang dari dua menit itu, Ahmad Junaidi berbicara atas nama pribadi sekaligus sebagai warga Muhammadiyah Indramayu. Ia mengecam keras adanya pihak-pihak yang diduga mencoba mengacaukan proses persidangan.
Menurutnya, pengadilan tidak seharusnya dijadikan ajang drama atau konten demi kepentingan tertentu.
“Ada oknum yang menjadikan pengadilan sebagai panggung drama. Ini tidak bisa dibenarkan,” ujar Ahmad Junaidi dalam video tersebut.
Ia juga mengingatkan publik agar tidak melupakan kekejaman kasus yang menewaskan lima orang dalam satu keluarga itu. Ahmad Junaidi menegaskan bahwa pembelaan terhadap pelaku harus dilakukan secara profesional dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Silakan pengacara membela pelaku di pengadilan, namun jalankan tugas dengan benar dan sesuai perundang-undangan,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyebarkan kebohongan atau memicu keresahan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Indramayu.
Ahmad Junaidi juga menegaskan bahwa setiap tindakan akan dipertanggungjawabkan, baik secara hukum maupun secara moral di hadapan Tuhan.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan bahwa dirinya bersama warga Muhammadiyah Indramayu tetap menaruh kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum (APH) dalam menangani kasus tersebut.
Ia pun menegaskan kesiapan Muhammadiyah untuk ikut mengawal proses hukum hingga tuntas, demi memastikan keadilan bagi para korban benar-benar terwujud.






