18 Remaja Diduga Hendak Tawuran di Pantai Rembat Indramayu Diamankan Polisi

INDRAMAYUUPDATE – Sebanyak 18 remaja diamankan polisi di kawasan Pantai Rembat, Desa/Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Mereka diduga hendak melakukan tawuran pada Jumat (14/8/2026) malam.

Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan, belasan remaja tersebut diamankan setelah polisi menerima laporan warga melalui layanan WhatsApp polisi “SIAP MAS INDRAMAYU”.

“Berawal dari laporan warga melalui Piket Siaga Polsek Juntinyuat pada Jumat sore yang kemudian diperkuat laporan kedua via WhatsApp. Berbekal informasi tersebut, personel gabungan langsung mendatangi lokasi, alhamdulillah situasi dapat diamankan sebelum aksi tawuran terjadi,” kata Tarno saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2026).

Sebanyak 18 remaja laki-laki kemudian digelandang ke Polsek Juntinyuat untuk menjalani pendataan dan pembinaan. Tarno menyebut seluruh remaja yang diamankan masih berstatus pelajar.

Dari hasil pendataan, 13 remaja diketahui berasal dari Kecamatan Kedokan Bunder. Sementara lima lainnya merupakan warga Kecamatan Juntinyuat.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 15 unit sepeda motor dan 20 telepon seluler. Namun, petugas tidak menemukan senjata tajam.

“Untuk senjata tajam tidak ditemukan, diduga kuat mereka hendak tawuran menggunakan tangan kosong,” ujar Tarno.

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Polisi dan TNI berhasil menggagalkan dugaan tawuran sebelum terjadi.

Untuk memberikan efek jera, seluruh remaja bersama barang bukti dibawa ke Mako Polsek Juntinyuat. Polisi juga memanggil orang tua dan pihak sekolah masing-masing remaja.

Selain di Juntinyuat, polisi juga menerima laporan dugaan tawuran di sekitar SMAN 1 Tukdana, Desa Karangkerta, Kecamatan Tukdana, pada Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Mendapat laporan warga melalui layanan yang sama, polisi berpakaian preman langsung diterjunkan ke lokasi.

Namun, setelah dilakukan penyisiran dan koordinasi dengan pemerintah desa serta warga, kerumunan pemuda yang sebelumnya dilaporkan hendak tawuran sudah tidak ditemukan.

Polisi menduga gerombolan pemuda tersebut melarikan diri setelah mengetahui aparat akan datang.

“Kami pastikan situasi di sekitar SMAN 1 Tukdana dan Desa Karangkerta saat itu sudah dalam kondisi aman,” kata Tarno.

Polres Indramayu kemudian menginstruksikan jajarannya meningkatkan patroli, terutama di wilayah yang dianggap rawan tawuran.

Tarno juga mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Laporan dapat disampaikan secara langsung melalui layanan ‘Lapor Pak Kapolres – SIAP MAS INDRAMAYU’ di nomor WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page