INDRAMAYUUPDATE – Sebanyak 105 siswa SMA Negeri 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (5/10/2026).
Para siswa yang mengalami keluhan tersebut berasal dari kelas X hingga XII. Mereka dilaporkan mengalami sejumlah gejala, mulai dari pusing, mual hingga muntah setelah mengonsumsi makanan MBG yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala II.
Camat Tukdana Heka Sugoro mengatakan, pihaknya menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar siang hari. Berdasarkan pendataan awal, terdapat 105 siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
“Saya dapat laporan awal itu tadi siang terkait keracunan MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala II. Sementara yang kita data, jumlah korban ada 105 siswa,” kata Heka saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).
Menurut Heka, kejadian tersebut mulai diketahui sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh mereka setelah menyantap makanan program MBG.
Pihak sekolah bersama unsur kecamatan kemudian mengambil langkah penanganan dengan membawa para siswa yang mengalami keluhan ke Puskesmas Kerticala dan Puskesmas Tukdana.
Setelah mendapat penanganan awal, sebagian siswa sempat diperbolehkan kembali ke rumah karena kondisi mereka dinilai membaik.
Namun, kondisi sejumlah siswa justru kembali menurun setelah berada di rumah. Mereka kembali merasakan sakit sehingga harus mendapatkan penanganan medis.
“Laporan dari ibu kepala Puskesmas, masih ada siswa yang setelah diobati pulang ke rumah, tapi kemudian merasa sakit lagi. Kondisi siswa itu saat ini tengah ditangani oleh petugas Puskesmas,” jelasnya.
Dua Siswa Dirujuk ke RSUD Indramayu
Dari 105 siswa yang terdata mengalami keluhan, dua di antaranya harus dirujuk ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Heka mengatakan pihak kecamatan masih melakukan pendampingan terhadap para siswa yang mengalami gangguan kesehatan. Penanganan dilakukan bersama petugas puskesmas untuk memastikan kondisi para pelajar tersebut terus terpantau.
“Kami akan terus melakukan pendampingan kesehatan kepada para siswa agar secepatnya bisa kembali pulih,” ujarnya.
Di sisi lain, penyebab pasti para siswa mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG tersebut masih belum diketahui.
Pihak kecamatan masih menunggu klarifikasi dari SPPG Kerticala II sebagai penyedia makanan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah keluhan para siswa berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau terdapat faktor lain.
“Untuk penyebab kejadian ini, pihak SPPG belum memberikan klarifikasinya,” kata Heka.
Pihak terkait juga masih melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi siswa yang mengalami keluhan. Jumlah tersebut masih merupakan data awal dari pihak Kecamatan Tukdana.





