INDRAMAYUUPDATE – Hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung Provinsi Jawa Barat resmi diumumkan. Di wilayah kerja Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan IX Jawa Barat yang meliputi Kabupaten Indramayu dan Majalengka, tercatat sebanyak 1.005 siswa tidak lolos seleksi.
Kepala KCD IX Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Nurhulaela, mengatakan tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Maung membuat persaingan menjadi sangat ketat. Sementara itu, kuota yang tersedia masih terbatas.
“Antusiasme masyarakat terhadap program baru ini memang luar biasa tinggi, yang memicu terjadinya persaingan ketat,” kata Dewi saat dihubungi, Senin (8/6/2026).
Dewi menjelaskan, di wilayah kerjanya terdapat tiga Sekolah Maung, yakni SMAN 1 Sindang Indramayu, SMAN 1 Majalengka, dan SMKN 1 Majalengka.
Di SMAN 1 Sindang, jumlah pendaftar mencapai 661 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 384 siswa dinyatakan diterima, sedangkan 277 lainnya tidak lolos seleksi.
Sementara di SMAN 1 Majalengka, tercatat 745 siswa mendaftar. Sebanyak 384 siswa diterima dan 361 siswa lainnya tidak diterima.
Adapun di SMKN 1 Majalengka, jumlah pendaftar mencapai 1.135 orang. Dari jumlah tersebut, 768 siswa diterima dan 367 siswa tidak lolos.
Jika diakumulasikan, jumlah siswa yang tidak diterima di tiga Sekolah Maung tersebut mencapai 1.005 orang.
Meski demikian, Dewi memastikan para siswa yang belum berhasil lolos masih memiliki kesempatan untuk mendaftar ke sekolah reguler.
Diketahui, pendaftaran SPMB SMA/SMK Jawa Barat 2026 telah dibuka sejak 29 Mei 2026. Semula pendaftaran akan ditutup pada Senin (8/6/2026) pukul 23.59 WIB.
Namun berdasarkan pengumuman terbaru, masa pendaftaran diperpanjang hingga Selasa (9/6/2026) pukul 21.00 WIB.
“Ya mereka harus buru-buru mendaftar ke sekolah reguler. Silakan manfaatkan, masih ada waktu,” ujarnya.
Sekolah Maung sendiri merupakan program transformasi sekolah negeri unggulan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini diperuntukkan bagi siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Pada pelaksanaan SPMB 2026, Sekolah Maung menggunakan jalur prestasi sebagai mekanisme utama penerimaan murid baru. Karena itu, sekolah tersebut tidak lagi menerapkan jalur zonasi seperti yang berlaku pada sekolah reguler.






