Viral Warga Ramai-ramai Berburu Ikan di Waduk Cipancuh Indramayu yang Mengering

INDRAMAYUUPDATE – Waduk Cipancuh di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, surut drastis akibat kemarau panjang. Kondisi tersebut dimanfaatkan ratusan warga untuk berburu ikan di dasar waduk yang mengering.

Pantauan di lokasi, Senin (3/8/2026) sore, ratusan warga turun ke area waduk dengan membawa jaring dan jala. Genangan air yang tersisa di bagian tengah waduk menjadi tempat berkumpulnya ikan sehingga memudahkan warga menangkapnya.

Sebagian warga terlihat berhasil membawa pulang hasil tangkapan hingga satu ember penuh. Selain ikan, ada pula yang mendapatkan udang dari waduk tersebut.

Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Tak hanya warga sekitar, pengunjung dari luar daerah juga datang untuk berburu ikan maupun sekadar melihat langsung kondisi Waduk Cipancuh.

Keramaian tersebut turut dimanfaatkan pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar area waduk. Bahkan, sebagian pemburu ikan langsung menjual hasil tangkapannya kepada pengunjung di lokasi.

“Sudah tahunan seperti ini, setiap musim kemarau memang kondisinya begini, surut,” kata Muji (54), warga setempat yang hampir setiap hari mencari ikan di Waduk Cipancuh saat musim kemarau.

Muji mengatakan, sebagian hasil tangkapannya dijual ke pasar untuk menambah penghasilan, sementara sisanya dibawa pulang untuk dikonsumsi bersama keluarga.

Fenomena itu juga menarik perhatian warga luar daerah. Asep (31), warga Sumedang, mengaku sengaja datang setelah melihat video perburuan ikan di Waduk Cipancuh viral di media sosial.

“Lumayan dapatnya ada delapan ekor. Saya cuma ikut-ikutan saja, kebetulan diajak teman,” ujarnya.

Sementara itu, Siti (28) memilih menikmati suasana sore di sekitar waduk bersama suaminya.

“Saya cuma nonton saja. Di sini juga banyak jajanan, hitung-hitung wisata,” katanya.

Petani Khawatir Kekurangan Air

Di balik ramainya aktivitas berburu ikan, kondisi Waduk Cipancuh yang mengering justru menimbulkan kekhawatiran bagi petani.

Waduk Cipancuh selama ini menjadi salah satu sumber irigasi utama bagi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah barat Indramayu, seperti Kecamatan Gantar, Haurgeulis, Kroya, hingga Anjatan.

Surutnya waduk diduga ikut memperparah krisis air yang kini melanda areal persawahan di sejumlah wilayah tersebut.

Rahmat (57), petani asal Kecamatan Anjatan, mengaku sawah garapannya mulai kekurangan air akibat kemarau panjang. Menurutnya, rebutan air kini menjadi pemandangan sehari-hari di saluran irigasi.

“Dari pemerintah juga sebenarnya sudah ada upaya. Di Salamdarma pemerintah minta debitnya dinaikkan. Meskipun ada airnya, tapi memang tidak banyak, makanya banyak yang rebutan air,” kata Rahmat.

Para petani kini mengandalkan pompa air untuk mengalirkan sisa debit di saluran irigasi demi menyelamatkan tanaman mereka dari ancaman gagal panen atau puso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page