INDRAMAYUUPDATE – Jumlah siswa SMAN 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah. Data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu mencatat sebanyak 143 siswa terdampak.
Jumlah tersebut meningkat dari data awal yang sebelumnya tercatat sebanyak 105 siswa.
Kepala Dinkes Indramayu Wawan Ridwan mengatakan, pihaknya saat ini masih fokus memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan penanganan medis.
“Tindak lanjut dari Dinkes yang paling utama adalah kami lakukan penanganan korban yang terdampak keracunan,” kata Wawan kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).
Para siswa tersebut mengalami sejumlah keluhan setelah menyantap makanan MBG di sekolah pada Senin (5/10/2026). Gejala yang dirasakan di antaranya pusing, mual, muntah hingga sakit perut.
Sesaat setelah kejadian, pihak sekolah bersama petugas langsung melakukan penanganan terhadap para siswa. Mereka yang mengalami keluhan kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
9 Siswa Masih Dirawat
Dinkes Indramayu mencatat sejumlah siswa harus menjalani perawatan lebih lanjut.
Sebanyak delapan siswa sempat menjalani rawat inap di puskesmas. Dari jumlah tersebut, tujuh siswa kini telah diperbolehkan pulang dan satu siswa masih menjalani perawatan.
Sementara itu, lima siswa sempat dirujuk ke RSUD Indramayu. Setelah mendapatkan penanganan medis, tiga siswa telah diperbolehkan pulang dan dua lainnya masih menjalani perawatan.
Selain itu, sebanyak 41 siswa masih menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.
“Sebagian besar sudah berangsur pulih,” ujar Wawan.
Bahkan, sebagian siswa yang sebelumnya mengalami keluhan telah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah pada Selasa (6/10/2026).
Tim Gabungan Turun Investigasi
Di tengah penanganan para siswa, tim gabungan juga turun ke lapangan untuk menyelidiki penyebab dugaan keracunan massal tersebut.
Investigasi melibatkan Dinkes Indramayu bersama BPOM, Kejaksaan, Kepolisian hingga TNI.
Pantauan di lokasi, tim terlebih dahulu mendatangi SMAN 1 Tukdana. Petugas menggali informasi dari pihak sekolah sekaligus menelusuri kronologi munculnya keluhan pada para siswa.
Setelah itu, tim bergerak menuju Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala II. Lokasi tersebut merupakan tempat makanan MBG yang dikonsumsi para siswa diproduksi.
Di lokasi tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel untuk kebutuhan pemeriksaan.
Wawan mengatakan sampel yang diambil meliputi sisa makanan yang sebelumnya dikonsumsi siswa. Tim juga mengambil sampel makanan utuh yang masih tersimpan di SPPG.
Tak hanya makanan, sampel air di SPPG Kerticala II turut diambil untuk diperiksa.
Seluruh sampel tersebut selanjutnya akan menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui kemungkinan penyebab munculnya dugaan keracunan.
“Untuk hasilnya nanti akan kami laporkan ke BGN sebagai bahan tindak lanjut terhadap SPPG tersebut,” kata Wawan.
Pemeriksaan sampel rencananya dilakukan di dua fasilitas laboratorium, yakni milik Dinkes Indramayu dan BPOM.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap layanan MBG di SPPG Kerticala II.





