INDRAMAYUUPDATE – Polres Indramayu menetapkan sopir truk wing box berinisial I (52), warga Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu yang menewaskan 12 orang.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyelidikan bersama Satlantas Polres Indramayu, Ditlantas Polda Jabar, dan Korlantas Polri, termasuk melalui Traffic Accident Analysis (TAA).
“Terkait kejadian beberapa hari lalu yang mengakibatkan 12 korban jiwa, kita sudah tetapkan satu orang tersangka yakni sopir wing box,” kata Fajar saat penutupan u-turn ilegal di Jalur Pantura Indramayu, Jumat (17/7/2026).
Menurut Fajar, tersangka telah ditahan di Mapolres Indramayu beserta barang bukti. Polisi menjeratnya dengan Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).
“Sopir wing box itu pun kini sudah kita lakukan penahanan,” ujarnya.
Hasil penyelidikan TAA mengungkap sopir truk wing box tidak melakukan upaya pengereman sebelum menghantam mobil pikap yang berada di depannya.
Kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan, yakni satu mobil pikap pengangkut rombongan pengantar pengantin serta dua unit truk.
Peristiwa bermula saat mobil pikap yang membawa rombongan asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, berhenti di lajur kanan untuk berputar balik di sebuah u-turn setelah pulang mengantar pengantin di Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur.
Truk wing box yang dikemudikan tersangka kemudian menabrak bagian belakang pikap. Benturan itu membuat pikap terdorong ke jalur berlawanan dan kembali dihantam truk los bak yang datang dari arah sebaliknya.
Akibat kecelakaan tersebut, total terdapat 18 korban. Sebanyak 12 orang meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka.
Sebelumnya, sopir truk wing box mengaku mobil pikap di depannya tiba-tiba berhenti saat hendak berputar balik sehingga ia tidak sempat menghindari tabrakan.
“Kondisi mobil di depan saya itu mendadak berhenti saat akan manuver belok ke arah kanan,” ujar I.
Ia juga mengaku syok melihat para korban terpental ke jalan setelah tabrakan beruntun itu terjadi.
“Saya tidak tega melihat kondisi korban yang berjatuhan di jalan setelah kejadian,” katanya.






