INDRAMAYUUPDATE – Saluran air di Jalan DI Panjaitan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dikeluhkan warga lantaran mengeluarkan bau busuk menyengat. Air selokan di depan restoran Mi Gacoan itu terlihat keruh, tidak mengalir, dan dipenuhi buih.
Kondisi tersebut mengganggu kenyamanan warga yang melintas di kawasan itu. Keluhan juga datang dari pengunjung kedai kopi di sebelah restoran hingga nasabah bank yang beraktivitas tidak jauh dari lokasi.
“Baunya busuk, menyengat ke hidung,” kata Andrian (38), warga yang ditemui di sekitar lokasi.
Keluhan serupa disampaikan Dedi (43). Dia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan yang dinilai berpotensi mencemari lingkungan tersebut.
“Ini sudah termasuknya pencemaran lingkungan, sudah menimbulkan bau busuk. Semoga pemerintah cepat melakukan tindakan,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aliran air di selokan tampak tidak bergerak. Airnya berwarna keruh dengan buih yang menutupi sebagian permukaan.
Buih terlihat keluar dari pipa besar yang terhubung dengan saluran pembuangan bangunan restoran. Aroma tidak sedap juga tercium di sekitar saluran tersebut.
DLH Indramayu Temukan IPAL Tak Optimal
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu mengaku telah menindaklanjuti keluhan warga dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Indramayu, Subyar Mujihandono, mengatakan hasil pemeriksaan tim menemukan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik restoran dinilai belum bekerja secara optimal.
Menurutnya, kondisi itu perlu dibenahi, termasuk dengan memperluas area penampungan limbah untuk menyesuaikan tingginya volume sisa aktivitas dapur.
“Informasi yang kami dapatkan dari tim yang melakukan inspeksi di lapangan, jadi ini karena tidak optimalnya instalasi pengolah limbah yang dimiliki resto Mi Gacoan, dan perlu adanya perluasan area penampungan limbah dikarenakan tingginya sampah dari aktivitas dapur,” jelas Subyar.
DLH juga meminta pihak restoran segera mengeruk dan membersihkan endapan limbah yang menyumbat saluran pembuangan umum.
Subyar mengatakan, pihaknya masih menunggu perkembangan penanganan dari manajemen restoran. Jika permintaan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, DLH akan melaporkan persoalan itu kepada pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Progresnya akan kita laporkan ke pimpinan termasuk sanksi, dari mulai teguran dan sanksi lainnya. Itu kewenangan kepala dinas,” tegasnya.
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Indramayu, Leila Indriyani, menambahkan pihaknya sebelumnya telah dua kali mengirimkan surat kepada manajemen restoran.
Namun, karena belum mendapatkan respons yang diharapkan, DLH kemudian menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung sekaligus menyampaikan teguran.
“Kami dari Dinas LH Kabupaten Indramayu itu sudah berkirim surat hingga akhirnya kami turunkan tim untuk sidak langsung di lapangan,” kata Leila.
Manajemen Mi Gacoan Sebut Sudah Sesuai SOP
Sementara itu, pihak manajemen Mi Gacoan mengklaim telah menjalankan pengolahan limbah cair sesuai standar prosedur operasional (SOP).
Perwakilan manajemen Mi Gacoan, Rini, menjelaskan limbah cair terlebih dahulu melewati dua tahap penyaringan dan pengendapan sebelum dialirkan ke saluran air.
Dia menduga bau tak sedap yang dikeluhkan warga berkaitan dengan kondisi cuaca selama musim kemarau, ketika tidak ada hujan yang membantu mengalirkan air di saluran.
“Sebetulnya sudah sesuai prosedur dalam menangani limbah yang akan dibuang ke saluran. Mungkin karena musim kemarau dan tidak ada hujan jadi menimbulkan sedikit bau,” tutur Rini.
Hingga kini, DLH Indramayu masih memantau kondisi saluran air di Jalan DI Panjaitan. Pemerintah juga menunggu tindak lanjut manajemen restoran untuk membenahi sistem IPAL dan membersihkan endapan limbah di saluran umum.
Penanganan tersebut diharapkan dapat mengurangi bau menyengat sekaligus memulihkan kenyamanan warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi.