Berita  

Sarjana Nganggur Tembus 1 Juta Orang

INDRAMAYUUPDATE – Angka pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 1.033.182 lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 tercatat menganggur.

Data BPS menunjukkan, pada Mei 2026 jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 155,41 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 148,19 juta orang merupakan penduduk yang bekerja, sementara 7,22 juta orang masih menganggur.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,65 persen. Artinya, dari setiap 100 orang yang masuk angkatan kerja, terdapat sekitar lima orang yang belum bekerja.

Jika dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, pengangguran pada Mei 2026 masih didominasi oleh lulusan SMA.

Lulusan SMA menyumbang 28 persen atau sekitar 2.021.600 orang dari total pengangguran. Kemudian lulusan SMK mencapai 22,39 persen atau 1.616.558 orang.

Selanjutnya, lulusan SD ke bawah tercatat sebanyak 17,18 persen atau 1.240.196 orang. Sementara lulusan SMP mencapai 15,65 persen atau 1.130.030 orang.

Adapun lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 yang menganggur mencapai 14,31 persen, atau sebanyak 1.033.182 orang.

Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan Februari 2026. Saat itu, proporsi pengangguran dari lulusan Diploma IV hingga S3 tercatat sebesar 14,27 persen.

Sementara itu, kelompok dengan proporsi pengangguran paling rendah berasal dari lulusan Diploma I, II, dan III, yakni 2,48 persen atau sekitar 179.056 orang.

Lulusan SD Masih Mendominasi Penduduk Bekerja

Di sisi lain, BPS mencatat penduduk yang bekerja masih didominasi oleh mereka yang memiliki pendidikan SD ke bawah.

Pada Mei 2026, lulusan SD ke bawah yang bekerja mencapai 35,40 persen atau sekitar 52.459.260 orang.

Kemudian lulusan SMA yang bekerja mencapai 20,72 persen atau 30.701.548 orang. Disusul lulusan SMP sebanyak 17,58 persen atau 26.051.802 orang.

Lulusan SMK yang bekerja tercatat sebesar 13,12 persen atau 19.443.128 orang.

Sementara itu, lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 yang bekerja mencapai 10,75 persen atau 15.930.425 orang.

Adapun lulusan Diploma I, II, dan III yang bekerja menjadi kelompok paling kecil, yakni 2,42 persen atau 3.586.198 orang.

Pengangguran Turun Tipis

Meski jumlah lulusan perguruan tinggi yang menganggur masih mencapai lebih dari satu juta orang, secara keseluruhan kondisi ketenagakerjaan Indonesia menunjukkan sedikit perbaikan.

BPS mencatat TPT Mei 2026 sebesar 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang berada di level 4,68 persen.

Jumlah penduduk yang bekerja juga meningkat sekitar 22 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Sementara jumlah pengangguran berkurang sekitar 24 ribu orang.

Data tersebut menunjukkan bahwa tantangan dunia kerja bukan hanya soal menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga memastikan keterampilan dan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan industri.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version