INDRAMAYUUPDATE – Bupati Indramayu Lucky Hakim menawarkan diri untuk merawat balita yang menjadi yatim piatu akibat kecelakaan maut rombongan pengantar pengantin di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat.
Tawaran itu disampaikan Lucky saat menjenguk enam korban selamat yang masih menjalani perawatan di RS Mitra Plumbon Indramayu, Selasa (14/7/2026).
Suasana haru menyelimuti ruang perawatan ketika keluarga korban menceritakan nasib Olivia (4), balita yang kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan tersebut.
“Kalau adek ini tadinya tinggal di mana sama almarhumah?” tanya Lucky kepada keluarga korban.
Setelah mengetahui Olivia kini tidak lagi memiliki orang tua, Lucky mengaku prihatin. Keluarga pun mengaku masih kebingungan menentukan siapa yang akan mengasuh balita tersebut.
“Gak tahu mau dikasih ke siapa, suami saya mau enggak ini dititipin,” ujar perwakilan keluarga.
Mendengar hal itu, Lucky langsung menawarkan bantuan.
“Nanti saya juga bisa. Yang penting sekarang dibantu dulu karena masih trauma. Kalau masalah ke depannya, biaya atau mau ikut siapa itu gampang, ikut saya juga bisa,” kata Lucky.
Tak hanya Olivia, kisah serupa juga dialami Jesika yang baru berusia satu tahun. Balita tersebut juga kehilangan ayah dan ibunya akibat kecelakaan maut tersebut.
Lucky mengaku tak kuasa menahan kesedihan setelah mendengar cerita keluarga korban.
“Kan ibunya sudah enggak ada, bapaknya juga enggak ada. Tadi saya bilang, kalau bingung mau ikut siapa, ikut saya juga bisa,” ucapnya.
Menurut Lucky, yang paling penting saat ini adalah memastikan kondisi fisik dan psikologis para korban anak-anak segera pulih.
“Kalau masalah ke depannya gampang. Tapi saya menawarkan diri, sudah, kalau bingung ke saya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Lucky juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka.
Diketahui, kecelakaan maut itu terjadi di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/7).
Kecelakaan melibatkan satu mobil pikap yang mengangkut 18 orang serta dua truk. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pikap berhenti di lajur kanan untuk berputar arah di titik u-turn sebelum ditabrak truk dari belakang hingga terpental ke jalur berlawanan dan kembali dihantam truk dari arah depan.
Insiden tersebut menewaskan 12 orang, sementara enam korban lainnya selamat dan masih menjalani perawatan intensif.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Barat juga telah diterjunkan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.






