INDRAMAYUUPDATE – Rumah warga di Blok Lungmalang, Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terbakar pada Selasa (15/9/2026) sore. Kebakaran diduga dipicu colokan listrik yang disambung-sambung hingga mengalami korsleting.
Rumah milik Mastur (70) itu terbakar sekitar pukul 15.20 WIB. Saat kejadian, sejumlah sanak saudara korban sedang berkumpul di dalam rumah.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu Jajat Wibisono mengatakan, dugaan sementara kebakaran berasal dari colokan listrik di salah satu kamar.
“Jadi colokannya itu disambung-sambung dipakai buat cas HP dan lain-lain,” kata Jajat.
Jajat menuturkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh Uripah, anak pemilik rumah. Saat itu, Uripah baru selesai melaksanakan salat di salah satu kamar.
Dia kemudian terkejut saat melihat kobaran api di kamar bagian belakang. Api diduga muncul dari bagian colokan listrik dan dengan cepat merambat ke barang-barang di sekitarnya.
Uripah pun langsung berteriak meminta pertolongan. Pihak keluarga sempat berupaya memadamkan api, namun kobaran api telanjur membesar setelah membakar berbagai barang di dalam kamar.
Karena api semakin sulit dikendalikan, seluruh penghuni rumah berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Petugas Damkar kemudian dihubungi untuk melakukan pemadaman.
Sebanyak dua armada Damkar dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman turut dibantu anggota Polsek Kedokan Bunder dan warga setempat.
“Api alhamdulillah berhasil dipadamkan pukul 16.15 WIB,” ujar Jajat.
Kerugian Capai Rp 100 Juta
Jajat memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerusakan cukup parah pada rumah korban.
Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp 100 juta.
“Yang terbakar itu rumah hingga sekitar 70 persen, kemudian empat kamar tidur beserta isinya, ruang tamu, ruang TV, ruang toko,” jelasnya.
Jajat mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan colokan listrik secara berlebihan, terutama dengan menyambungkan beberapa colokan secara bertingkat.
Dia juga meminta warga menggunakan peralatan kelistrikan yang memenuhi standar.
“Ini penting diperhatikan karena colokan yang disambung-sambung tersebut sangat berpotensi terjadi korslet dan menyebabkan kebakaran,” pungkasnya.






