INDRAMAYUUPDATE – Sebuah rumah di kawasan padat penduduk Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ludes terbakar pada Jumat (17/7/2026). Kebakaran diduga dipicu kompor yang ditinggal pemilik rumah saat masih menyala untuk merebus air.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan rumah yang terbakar merupakan milik Warsinih.
“Pemilik rumah saat itu sedang memasak air di kompor, kemudian ditinggal,” kata Jajat, Jumat (17/7/2026).
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 10.00 WIB. Karena lokasi berada di permukiman padat penduduk, Damkar Indramayu mengerahkan empat unit mobil pemadam. Satu unit tambahan dari PT Pertamina juga diterjunkan sehingga total lima armada dikerahkan ke lokasi.
Sebelum petugas tiba, warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan ember. Namun kobaran api yang semakin membesar sulit dikendalikan dan nyaris merembet ke rumah di sebelahnya.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan penyemprotan sekaligus melokalisasi titik api agar tidak meluas ke bangunan lain. Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah sekitar 30 menit, dilanjutkan proses pendinginan hingga dinyatakan benar-benar padam sekitar pukul 11.30 WIB.
“Alhamdulillah untuk sekarang kondisi sudah kondusif, api sudah berhasil kami padamkan,” ujar Jajat.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, rumah beserta seluruh isinya hangus terbakar dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 30 juta.
“Dari keterangan pemiliknya, kerugian ditaksir kurang lebih Rp 30 juta. Meski begitu kami memastikan kebakaran ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa atau luka,” katanya.
Jajat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kompor maupun peralatan yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, memastikan api benar-benar padam setelah selesai memasak, serta rutin memeriksa kondisi selang dan regulator tabung LPG,” pungkasnya.






