INDRAMAYUUPDATE – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana menghadirkan program kampung bahasa asing untuk meningkatkan kemampuan warga dalam berbahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab.
Program ini ditargetkan mulai berjalan pada November 2026.
Rencana tersebut disampaikan Dedi saat menggelar bursa kerja online melalui akun TikTok pribadinya, @dedimulyadiofficial, Jumat (9/10/2026).
Dalam program itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyiapkan tenaga pengajar untuk membantu masyarakat mempelajari bahasa asing.
“Kami buat desa bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Jepang dan bahasa Arab. Nanti pengajar disiapkan dari Pemprov Jabar,” ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/10/2026).
Program kampung bahasa asing dirancang untuk memperluas kesempatan kerja masyarakat, terutama bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri.
Dedi menilai, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki calon tenaga kerja.
Kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan komunikasi di tempat kerja sekaligus meningkatkan daya saing mereka.
Sejumlah daerah di Jawa Barat diketahui menjadi kantong pekerja migran Indonesia, di antaranya Kabupaten Indramayu, Karawang, dan Subang.
Kampung Bahasa Asing untuk Bekal Pekerja Migran
Selain meningkatkan keterampilan, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan bagi warga yang hendak bekerja ke luar negeri.
Dedi menegaskan, calon pekerja migran harus memperoleh rekomendasi dari dinas tenaga kerja setempat. Ketentuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mencegah keberangkatan pekerja melalui jalur ilegal.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar, mengatakan kemampuan berbahasa asing memiliki peran penting dalam mendukung pekerja selama berada di negara tujuan.
Menurut Kim, kendala bahasa dapat menjadi persoalan serius bagi pekerja migran. Bahkan, terdapat pekerja yang harus kembali ke Indonesia karena mengalami kesulitan berkomunikasi di lingkungan kerja.
Karena itu, pelatihan bahasa asing di tingkat desa dinilai dapat menjadi bekal awal bagi masyarakat sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.
“Keterampilan bahasa asing akan meningkatkan level pekerja Indonesia di luar negeri,” kata Kim.
Indramayu Berpeluang Mendapat Manfaat
Sebagai salah satu daerah kantong pekerja migran di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu menjadi wilayah yang berpotensi merasakan manfaat dari peningkatan keterampilan bahasa asing tersebut.
Penguasaan bahasa negara tujuan dapat membantu calon pekerja memahami instruksi kerja, berkomunikasi dengan pemberi kerja, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Meski demikian, pelaksanaan program kampung bahasa asing masih menunggu realisasi rencana pemerintah provinsi. Rincian desa yang akan menjadi lokasi program, mekanisme pendaftaran peserta, serta jadwal pelatihan di masing-masing wilayah belum dijelaskan dalam keterangan tersebut.
Jika berjalan sesuai rencana, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya menyiapkan tenaga kerja Jawa Barat yang lebih kompeten, sekaligus mendorong keberangkatan pekerja migran melalui prosedur yang resmi dan terlindungi.




