Berita  

Niat Basmi Hama Tikus, Petani di Majalengka Justru Ditemukan Tewas Tersetrum

INDRAMAYUUPDATE – Nasib nahas menimpa seorang petani berinisial K (57), asal Desa Kedungkencana, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Ia ditemukan tewas di area persawahan Blok Titisara RT 04 RW 04, Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus pada Senin (13/7/2026) malam.

Peristiwa tragis tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 19.30 WIB. Namun, kondisi korban baru ditemukan oleh warga sekitar pukul 20.30 WIB.

Warga pun kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat. Petugas dari kepolisian, TNI, pihak kecamatan, dan tenaga medis selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

“Hasil pemeriksaan dokter dari Puskesmas Ligung bersama Tim Inafis Polres Majalengka menunjukkan korban meninggal dunia akibat tersengat arus listrik dengan luka pada bagian lutut,” ujar Danramil 1713/Ligung Kodim 0617/Majalengka, Kapten Inf Dadang Purnomo dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya aki yang terpasang bersama inverter sebagai alat untuk mengendalikan hama tikus.

Jenazah pun saat itu langsung dievakuasi petugas gabungan dilanjut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menyusul insiden ini, Dadang memberikan imbauan keras kepada masyarakat, khususnya para petani, agar lebih berhati-hati dalam memasang maupun beraktivitas di dekat instalasi listrik di area pertanian.

“Penggunaan perangkat listrik untuk mengendalikan hama harus memperhatikan standar keamanan agar tidak membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Saat ini, kasus tersebut telah diserahkan dan ditangani oleh aparat kepolisian setempat untuk memastikan detail penyebab kejadian.

“Sementara itu, dari pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kepergian almarhum dan menganggap peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page